press enter to search

Kamis, 17/10/2019 17:38 WIB

Pusaka Jokowi Jadi Perhatian di Kirab 1001 Keris Pemkot Solo

Redaksi | Minggu, 15/09/2019 21:43 WIB
Pusaka Jokowi Jadi Perhatian di Kirab 1001 Keris Pemkot Solo     Kirab 1001 Keris di Solo. (ist)

SOLO (Aksi.id) - Pemerintah Kota Solo menggelar `Kirab 1001 Keris`, Minggu (15/9). Pusaka Kiai Tengara yang merupakan hibah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi bagian penting dalam kirab yang menempuh rute dari rumah dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung hingga Museum Keris di Jalan Bhayangkara tersebut.

Pusaka berbentuk keris tersebut bahkan menjadi ikon dan menyedot perhatian warga dalam kirab yang melintas di car free day Jalan Slamet Riyadi itu.

Keris diletakkan di atas tempat khusus atau jodang dan dipanggul oleh beberapa orang berpakaian putih. Kotak jodang dilengkapi dengan hiasan janur dan kain merah putih. Salah satu pengawal memayungi keris itu dari sinar matahari.

Selain Wali Kota FX Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali Kota Achmad Purnomo, turut serta Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai, Sekda Kota Solo Ahyani yang berpakaian beskap. Beberapa empu keris asal Solo juga ikut serta mengiringi keris Jokowi.

"Kegiatan kirab ini merupakan cara Pemkot Solo melestarikan warisan budaya. Keris ini warisan leluhur yang diakui oleh UNESCO, kita harus melestarikannya dengan cara mengedukasi masyarakat," ujar Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan Kota Solo, Didik Sunaryono mengatakan, kirab tersebut diikuti lebih dari 1.000 orang. Mereka berasal dari pegawai pemkot, perwakilan kelurahan, perhotelan, perbankan, siswa sekolah dan mahasiswa. Kegiatan tersebut juga dalam rangka rangkaian kegiatan di bulan Sura, bulan kebudayaan.

Keris yang biasanya hanya dipajang, kali ini dikirab di jalan. Masyarakat juga bisa menyaksikan pameran di Museum Keris," katanya.

Empu Totok Brojodiningrat menjelaskan, keris hibah Presiden Jokowi Kiai Tengara berbeda dengan keris biasanya. Keris tersebut memiliki 5 luk atau lekuk yang menyimbolkan Pancasila. Sedangkan dhapurnya adalah lar monga atau yakni gajah yang memiliki sayap.

"Kiai Tengara memiliki arti pertanda bebunyian supaya kita selalu siap, selalu tanggap. Kalau gajah itu simbol Ganesha atau ilmu pengetahuan, sedangkan sayap memiliki maksud melanglang buana," pungkas Totok. (ds/sumber merdeka)