press enter to search

Kamis, 17/10/2019 17:20 WIB

Pagar Gedung Pengungsian Pencari Suaka Disegel Warga

Redaksi | Jum'at, 20/09/2019 09:41 WIB
Pagar Gedung Pengungsian Pencari Suaka Disegel Warga Spanduk berisi penolakan warga terhadap para pencari suaka di kawasan Perumahan Daan Mogot Baru, Jakarta Barat. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Pagar depan gedung eks Kodim di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat digembok dan dipasangi rantai yang membelit. Lokasi yang disinggahi para pencari suaka itu juga dipasang spanduk baru bertuliskan "Disegel Tidak Sesuai Peruntukkan", pada Kamis (19/9) malam.

Koordinator lapangan di lokasi penampungan pencari suaka Kalideres, Kartiwan mengatakan, rantai dan spanduk penyegelan tersebut dipasang orang tak bertanggung jawab tanpa izin.

"Tadi pagi pagar memang digembok untuk alasan keamanan anak kecil pengungsi, tetapi malam ini ada orang tidak bertanggung jawab memasang rantai panjang dan spanduk di pintu depan," ujar Kartiwan, Jumat (20/9).

Kartiwan menjelaskan oknum yang melakukan penyegelan tersebut menginginkan semua pencari suaka dipindah paksa dengan mengatasnamakan warga sekitar.

Sementara, kata Kartiwan, warga sekitar sudah sepakat mengikuti instruksi pemerintah terkait lokasi pengungsian para pencari suaka.

"Semua sudah menyatakan untuk ikuti pemerintah. Pemindahan paksa dengan cara begini tidak bisa, ini masalah kemanusiaan," kata dia.

Kartiwan menambahkan, pemasangan gembok pagar di pagi hari sebelumnya ditujukan untuk keselamatan anak pengungsi. Sering kali anak-anak hampir tertabrak kendaraan bermotor saat keluar bermain dari pintu depan, terutama saat ramai jam sekolah berlangsung.

Sementara, akses keluar masuk pengungsi Kalideres dibuka lewat pintu samping, yang tidak ramai kendaraan melintas. Pemasangan gembok di pintu depan pun sudah dikoordinasikan dengan kepolisian sektor setempat dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI.

"Besok pagi, kami bersama Polsek Kalideres dan Kesbangpol akan melakukan pencopotan penyegelan dari rantai panjang dan spanduk meresahkan ini," ujar dia.

Puluhan pencari suaka dari berbagai negara saat ini kembali bermukim di tepi Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sejak beberapa hari yang lalu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bakal menyediakan tempat tinggal sementara untuk para pencari suaka yang terlantar di trotoar kawasan Kebon Sirih.

Itu dilakukan sebelum mereka dipindah ke gedung milik Kementerian Sosial di Bambu Apus, Jakarta Timur.

"Sampai mereka bisa diterima di Bambu Apus. Jadi kita tidak akan mengusir begitu saja. karena mereka pun tidak punya tempat lain untuk tinggal. Tapi kita siapkan, ini akan dibicarakan tiga pihak," kata Anies Mall Bellatera, Jakarta Utara, Rabu (18/9).

Anies belum membeberkan lokasi yang disediakan untuk pencari suaka bermukim. Dia mengatakan masih dibicarakan dengan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Sosial dan United Nation United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) PBB. (ds/sumber antara)