press enter to search

Jum'at, 22/11/2019 01:11 WIB

Buat `Dijual` di Sidang PBB, Polri Tuding KNPB Dalangi Kerusuhan Papua

Redaksi | Selasa, 24/09/2019 12:38 WIB
Buat `Dijual` di Sidang PBB, Polri Tuding KNPB Dalangi Kerusuhan Papua Kantor PLN Wamena dibakar massa. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Mabes Polri mengungkapkan ada keterkaitan antara kerusuhan yang terjadi di Wamena dan Jayapura dengan Sidang Umum PBB ke-74. Diyakini, isu tersebut akan `dijual` oleh kelompok tidak bertanggung jawab ke dalam sidang.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan hal tersebut berdasarkan hasil investigasi yang menunjukkan bahwa United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), diduga mendalangi kerusuhan di Wamena dan Jayapura, Papua.

Insiden tersebut sengaja dibuat bertepatan dengan diselenggarakannya sidang umum PBB.

"Untuk kejadian Papua, kita harus melihatnya secara luas. Bahwa sedang ada Sidang Umum PBB di New York tanggal 23 sampai 27 September ini," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (24/9).

Untuk di Wamena, lanjut Dedi, KNPB menyusup menggunakan seragam SMA dan ikut andil dalam kerusuhan. Hoaks rasisme pun digunakan untuk memprovokasi pelajar sekolah SMA PGRI dan masyarakat untuk menggeruduk sekolah Yayasan Yapis.

Akibatnya, 22 warga sipil tewas dan 72 orang lainnya luka-luka. Sementara, massa juga melakukan pengerusakan dan pembakaran fasilitas umum, kantor pemerintahan, dan permukiman masyarakat.

Adapun di Jayapura, tepatnya di Expo Waena, satu anggota TNI dan tiga mahasiswa eksodus meninggal dunia. KNPB memanfaatkan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) untuk berunjuk rasa, menduduki auditorium Universitas Cendrawasih, dan menyerang aparat TNI-Polri.

Dedi menyebut, kondisi ini digunakan untuk menjual isu kemerdekaan Papua dan mengundang perhatian peserta Sidang Umum PBB ke-74.

"Diduga kelompok-kelompok yang mendalangi kerusuhan di Papua memanfaatkan momen untuk mencari perhatian karena sedang ada Sidang Umum PBB," kata Dedi. (ds/sumber merdeka)