press enter to search

Senin, 09/12/2019 20:28 WIB

Melongok Calon Sentral Kereta dan Jalur Layang di Stasiun Manggarai

Dahlia | Rabu, 09/10/2019 18:53 WIB
Melongok Calon Sentral Kereta dan Jalur Layang di Stasiun Manggarai Foto: istimewa

JAKARTA (aksi.id) – Stasiun Manggarai akan menjadi stasiun paling sibuk mulai tahun 2021. Manggarai akan menjadi stasiun terpadu yang melayani kereta jarak jauh, jarak dekat hingga kereta bandara.

Saat ini, stasiun yang berlokasi di Jakarta Selatan itu hanya melayani pelanggan dengan rute jarak dekat dan transit saja. Misalnya dari Bekasi menuju Depok atau Bogor harus transit di Stasiun Manggarai.

Untuk menjadi stasiun sentral, sejumlah pembangunan pun telah dilakukan. Di sisi barat, bangunan lantai dua pun sudah terlihat dan sekarang diperuntukkan untuk pelanggan kereta api (KA) bandara.

Sejumlah beton gelagar atau girder untuk pembangunan sambungan lintasan kereta jarak jauh juga sudah dilakukan. Rencananya lintasan kereta jarak jauh itu elevated atau layang dari Stasiun Manggarai sampai Cikarang.

Kasubag Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Ditjen Kemenhub), Supandi menyebut pembangunan di Stasiun Manggarai akan terus dilakukan. Sebab stasiun berumur 100 tahun itu akan direnovasi menjadi gedung tiga lantai.

Untuk lantai dasar, diperuntukkan pelanggan dengan rute perjalanan ke Bekasi dan bandara Soekarno-Hatta. Nantinya, lantai ini disediakan sebanyak delapan peron saja.

Lalu lantai satu, merupakan tempat untuk kegiatan pembelian dan penjualan tiket serta passenger gate. Selanjutnya lantai dua difungsikan sebagai jalur kereta ke Bogor dan jarak jauh.

Rencananya di lantai dua ini sediakan sebanyak 10 peron dengan pembagian enam jalur kereta jarak jauh dan sisanya untuk rute Bogor. Usulan Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral telah di bahas sejak pemerintahan Presiden Soeharto.

“Jadi nanti jalur itu sudah terpisah. Ini kalau sudah dipisah dan didukung selesainya double double track Manggarai-Cikarang, KA jarak jauh itu terpisahkan sejak di Cikarang, lewat jalur sendiri,” kata Supandi saat dihubungi, Rabu (9/10).

Selain sebagai stasiun sentral, Stasiun Manggarai juga akan terintegrasi dengan halte Transjakarta. Rencananya sky bridge atau jembatan multi guna juga dibangun untuk menghubungkan stasiun dengan terminal Manggarai.

Rencana menjadikan Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral menuai sejumlah pendapat dari pengguna kereta jarak jauh dan KRL Jabodetabek. Salah satunya yakni Resty Givida Azhari yang sangat antusias ketika mendengar rencana pemindahan kereta jarak jauh dari Stasiun Gambir ke Manggarai.

Sebagai warga Bekasi, pemindahan itu lebih mempermudah masyarakat dari KRL ke kereta jarak jauh. Biasanya dia harus turun di Stasiun Gondangdia dan menggunakan transportasi alternatif lainnya guna menuju Stasiun Gambir.

Sebab, setelah beberapa tahun terakhir ini KRL Jabodetabek tidak berhenti di Stasiun Gambir.

“Bagus dong, gue lebih setuju kalau di Manggarai, jadi enggak perlu ribet naik angkutan lain buat ke Gambir. Nah kalau pindah ke kendaraan lain itu habisin waktu,” kata Resty.

Kendati begitu, dia menginginkan nantinya di Stasiun Manggarai dapat terdapat skema atau alur yang jelas bila menjadi stasiun sentral. Sehingga pelanggan tidak tertukar mana rute kereta jarak jauh, jarak pendek dan bandara.

Sementara itu, warga Kemayoran Tiara mengaku tidak setuju dengan adanya rencana pemusatan perjalanan kereta di Stasiun Manggarai. Sebab saat ini, kawasan stasiun tampak semrawut dengan sejumlah kemacetan di sekitarnya.

“Gambir itu udah memenuhi standar buat jadi stasiun sentral. Dia tuh punya lahan parkir yang luas dan kawasannya jalurnya enggak bikin macet. Enggak pernah semacet manggarai,” jelasnya. (ds/sumber liputan6)