press enter to search

Sabtu, 23/11/2019 05:27 WIB

Pipa Pertamina di Cilacap Bocor, Air Sumur Tercemar Solar

Dahlia | Jum'at, 11/10/2019 20:23 WIB
Pipa Pertamina di Cilacap Bocor, Air Sumur Tercemar Solar Foto: istimewa(kompas)

Cialcap (akai.id) -  Sejumlah sumur warga di Dusun Sidadi, Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah tercemar solar akibat bocornya pipa milik Pertamina Minggu (6/10/2019) malam lalu.

Darsiah (70), warga RT 2 RW 7 Dusun Sidadadi mengungkapkan, hingga saat ini air sumur tidak dapat digunakan.

Pasalnya air sumur berubah menjadi keruh dan berbau menyengat.

"Air sumur tidak bisa digunakan, warnanya biru. Makan minum dikasih semua sama Pertamina," kata Darsiah saat ditemui, Jumat (11/10/2019).

Sumur warga terdampak

Kholilah (32), warga lainnya yang terdampak mengatakan, ada sekitar 10 sumur warga yang tercemar.

Sejumlah sumur sejak Kamis (10/9/2019) sedang disedot oleh petugas untuk mengeluarkan solar di dalamnya.

"Sejak kemarin sumur tetangga disedot, ada empat tangki, hari ini disedot lagi sudah ada tiga tangki mungkin, saya lihat itu yang paling parah," ujar Kholilah seraya menunjuk sumur milik tetangganya.

"Kalau sumur saya disemprot dengan cairan gitu, kemudian keluar busa." 

Selain mencemari sumur, Kholilah mengatakan, kebocoran pipa juga mengakibatkan tanaman warga rusak.

Puluhan pohon pisang menjadi layu akibat terkena cairan solar.

Penyebab kebocoran

Senior Supervisor Communication & Relations MOR IV PT Pertamina (Persero) Arya Yusa Dwicandra menjelaskan, kebocoran terjadi pada pipa CB I (Cilacap-Bandung) saat pengerjaan proyek pengembangan pipa CB III yang berlokasi di desa tersebut.

"Pipa CB-1 adalah pipa yang menyalurkan BBM jenis solar dari TBBM Lomanis ke TBBM Tasikmalaya dan TBBM Ujungberung," kata Arya melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Arya mengatakan Pertamina telah berhasil menutup sumber kebocoran pada pipa CB-1, Rabu (9/10/2019).

Namun pihaknya masih memerlukan waktu untuk masih merecovery pipa hingga akhirnya benar-benar bisa ditimbun dan ditutup.

Saat ini tim Pertamina dan KSO Hutama Karya – PT Timas Suplindo selaku pihak ketiga (kontraktor) pembangunan pipa masih melakukan pemantauan terkait kekuatan pipa untuk lebih memastikan kondisi pipa kembali normal dan aman. (Lia/sumber:kompas)