press enter to search

Sabtu, 23/11/2019 02:52 WIB

Ketua DPD La Nyalla: Usus Menkopolhukam Wiranto Dipotong 47 Sentimeter dan Geram Disebut Rekayasa

Redaksi | Sabtu, 12/10/2019 22:20 WIB
Ketua DPD La Nyalla: Usus Menkopolhukam Wiranto Dipotong 47 Sentimeter dan Geram Disebut Rekayasa Ketua DPD, La Nyalla Mattalitti seusai menjenguk Menkopolhukam Wiranto di RSPAD Gatot Subroto. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Ketua DPD, La Nyalla Mattalitti membantah adanya tudingan yang menyebut kejadian penusukan yang menimpa Menkopolhukam Wiranto adalah hasil rekayasa atau settingan. Dia mengatakan karena kejadian itu, 47 sentimeter usus milik Wiranto harus dipotong.

Hal tersebut dikatakannya usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Sabtu (12/10/2019). La Nyalla tidak terima kejadian ini disebut sebagai settingan. Menurutnya tidak mungkin ada yang mau ditikam untuk peristiwa yang sudah diatur.

"Saya yakin betul ini bukan settingan, mana mungkin mau di-setting untuk ditikam, apalagi beliau ini kan pejabat tinggi," ujar La Nyalla di lokasi, Sabtu (12/10/2019).

Saat menjenguk, La Nyalla mengaku sudah menanyakan hasil operasi yang dilakukan pada Kamis (10/10/2019) lalu. Hasilnya, kata eks Ketum PSSI ini, usus Wiranto harus dipotong sepanjang 47 sentimeter.

"Tadi hasil operasi itu 47 sentimeter usus dipotong, baru disambung. 47 sentimeter itu sama dengan setengah meter," jelasnya.

Kendati demikian, kondisi Wiranto disebutnya sudah mulai membaik. Dia menyebut pihak keluarga memprediksi Wiranto bisa kembali bekerja dalam waktu satu pekan lagi. "Kita berdoa semoga beliau bisa cepat kembali ke tengah-tengah kita untuk membantu Presiden," pungkasnya.

Diketahui, Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Kamis (10/10/2019) lalu.

Aksi penusukan itu dilakukan Syahril Alamsyah alias Abu Rara. Akibat peristiwa tersebut, Wiranto mengalami dua luka tusukan di bagian perut dan kini masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Dalam kasus ini, polisi telah meringkus Abu Rara, dan istrinya, Fitri Andriana binti Sunarto. Polisi menyebutkan Abu Rara teridentifikasi sebagai anggota teroris jaringan JAD. (ds/sumber suara.com)