press enter to search

Jum'at, 15/11/2019 07:02 WIB

Cara Hentikan Kebiasaan Balita yang Suka Memukul

Dahlia | Minggu, 03/11/2019 18:10 WIB
Cara Hentikan Kebiasaan Balita yang Suka Memukul Foto: ilustrasi
Bekasi (aksi.id) - Anak balita kerap kali kesulitan untuk mengungkapkan perasaan yang dirasakannya. Sehingga perilaku yang ditunjukkan bisa jadi tidak tepat. Misalny saja, saat marah, mereka cenderung memukul atau melempar benda-benda di sekelilingnya.
 
 
Menurut Joanne Cummings, psikolog klinis anak yang berada di Toronto, Kanada, memukul sebenarnya merupakan dorongan alami yang terdapat pada emosi anak. Ketika mereka merasa gagal atau marah dan frustasi, cara anak mengungkapkannya adalah memukul.
 
 
"Agresi bukanlah perilaku yang dipelajari, itu adalah perilaku alami, bawaan sejak lahir; tapi anak-anak harus belajar untuk tidak menjadi agresif," ujarnya seperti yang dikutip dari Todays Parent.
 
 
Ilustrasi balita marah. Foto: unsplash
Fase ini cenderung akan memuncak saat balita berusia dua sampai lima tahun. Selain itu, menurut sebuah penelitian, anak laki-laki, memang cenderung jauh lebih agresif daripada anak perempuan. Hal ini karena kemampuan verbal mereka masih terbatas.
 
 
Meski begitu, bila perilaku memukul ini sampai menyakiti orang lain, sebaiknya Anda mulai mengajari si kecil untuk lebih bisa mengelola emosinya, Moms. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantunya menghentikan kebiasaan memukul, seperti dikutip dari Very Well Family:
 
 
 
Katakan bahwa tindakannya adalah salah 
 
Beberapa orang tua sering kali membiarkan balitanya untuk memukul orang lain tanpa memberi tahunya bahwa tindakan tersebut salah. Jadi penting bagi Anda menekankan bahwa bila ia marah lalu memukul adalah tindakan yang tidak bisa diterima dengan nada yang tegas dan tenang.
 
 
Pisahkan si kecil dengan teman atau orang yang membuatnya marah. Katakan padanya bahwa tindakannya sudah menyakiti orang lain dan ia pun tidak akan suka bila dipukul oleh orang lain.
 
 
Ilustrasi ibu menghentikan anak yang ingin memukul. foto: thinkstock
Temukan akar masalahnya
  
Kekurangan kosakata untuk mengungkapkan emosi adalah permasalahan yang sering dihadapi oleh balita. Itulah mengapa ia kerap memukul ketika marah. Carilah akar masalah yang dihadapinya dengan bertanya apa yang membuat si kecil memukul orang lain.
 
Ajarkan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan perasaan mereka dan katakan bahwa aksi memukul bukanlah suatu hal yang baik. Bila si kecil tetap memiliki kebiasaan ini, kemungkinan ia meniru perilaku orang lain di sekitarnya. Oleh sebab itu, cobalah untuk jadi contoh yang baik di depan balita, Moms.
 
 
ibu dan anak Foto: shutterstock
Bantu memecahkan masalah
 
 
Anak balita masih sangat impulsif terhadap emosinya. Jadi jika si kecil mencoba bergerak untuk memukul Anda, hentikan dia dan tanyakan dengan lembut apa yang bisa Anda lakukan sebagai gantinya. Selain itu, beri tahu apa yang bisa dilakukannya untuk mengeluarkan emosi daripada menggunakan tangan untuk memukul.
 
 
Ajarkan lebih banyak kosakata perasaan 
 
Seperti yang dikatakan sebelumnya, kosakata anak balita masih cenderung terbatas. Cobalah untuk ajarkan kosakata yang bisa menunjukkan perasaan. Misalnya ketika saudara atau temannya mengambil mainan kesukaannya, ajarkan untuk berkata. "Itu membuatku marah!" atau "Itu membuatku sedih!". Dengan begitu si kecil bisa lebih mengekskpresikan dirinya dan perasaannya pun tersampaikan dengan baik.(lia/sumber:kumparan)
Keyword Balita anak