press enter to search

Jum'at, 22/11/2019 05:34 WIB

Petugas Timer Bus DAMRI Bandara Ini Cek dan Catat Jumlah Penumpang

Dahlia | Senin, 04/11/2019 12:12 WIB
Petugas Timer Bus DAMRI Bandara Ini Cek dan Catat Jumlah Penumpang Petugas sedang mengecek jumlah penumpang dan memastikan barang bawaan sudah siap dalam bagasi bus DAMRI.

BSKASI (aksi.id) – Pak Karim, begitulah orang-orang Terminal Bus Kayuringan, Kota Bekasi, memanggilnya.

Setiap hari, dia harus hilir mudik mengatur keberangkatan dan mengecek jumlah penumpang dan memastikan barang bawaan sudah siap dalam bagasi bus DAMRI.

Warga Rawa Bambu, Harapan Jaya. Bekasi Utara, ini adalah seorang “timer.” Setiap setengah jam sekali, dia mengatur keberangkatan bus DAMRI tujuan Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten. Pengaturan dìperlukan agar tidak terjadinya penumpukan bus apalagi sejalur pada waktu yang sama.

Dari tangan ayah dari dua orang anak ini semua aktifitas bus DAMRI di terminal tertata dan berjalan dengan baik.

103201920918

Sebenarnya tugasnya hanya  menghitung jumlah penumpang yang hendak berangkat dan memaraf LMB (Laporan Muatan Bus). Meski demikian, dia juga selalu tangkas membantu pengemudi dan penumpang.

“Semua tugas pengemudi siap saya bantuinlah, mulai masukin barang pada bagasi bus sampai membantu mengecek tiket juga kadang-kadang kalau tidak sibuk,” ujarnya kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, kemarin.

Bahkan saat ada sampah berserakan di seputaran bus atau terminal, pria 50 tahun ini juga tidak segan memungutnya untuk dipindahkan ke tempat sampah.

Abdul Karim awalnya ialah pengemudi bus DAMRI Bandara Soekarno Hatta. Masuk tahun 1995 dan menjadi timer tahun 2013 dan sampai sekarang merupakan pegawai BUMN itu.

103201920927

Dia mengutarakan di rute Kayuringan-Soetta tersedia 16-18 bus, namun biasanya yang beroperasi ada 17 bus, karena satu bus untuk cadangan.

Bus pertama mulai beroperasi di terminal pada jam 2.00 dini hari sampai pukul 21.00. Setiap setengah jam sekali keberangkatannya. Ada sebanyak 39 keberangkatan menuju ke Bandara Soekarno Hatta.

Selama itu juga Abdul Karim secara bergantian bersama seorang temannya sesama timer mengatur bus.

Tidak ada hari libur buatnya. Semua hari dipergunakan untuk bekerja. Jika ada hal yang mendesak ia akan berkordinasi dan menyepakati untuk digantikan kerjaannya dengan timer yang lain.

Menurutnya setiap hari terdapat 400-an sampai 1000-an penumpang setiap harinya.

Dengan harga tiket Rp 45 ribu penumpang akan diangkut menuju bandara terbesar di Indonesia itu. (fahmi).