press enter to search

Jum'at, 15/11/2019 09:49 WIB

Pengangguran di Sumsel Meningkat 185 Ribu Orang, Terbanyak Lulusan SMK

Redaksi | Kamis, 07/11/2019 15:59 WIB
Pengangguran di Sumsel Meningkat 185 Ribu Orang, Terbanyak Lulusan SMK Talent Fest dan Bursa Kerja Nasional 2019. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi peningkatan angka pengangguran di Provinsi Sumatera Selatan. Setidaknya ada 185 ribu jiwa yang belum mendapatkan pekerjaan.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sumsel, Timbul Parulian Silitonga menjelaskan, angka pengangguran terbuka di Sumsel pada Agustus 2019 tercatat mencapai 4,48 persen atau meningkat 0,25 persen dari tahun lalu pada periode yang sama.

Hanya saja, angka ini masih dibawah rata-rata nasional pada 5,28 persen. "Dari total 8,5 juta penduduk Sumsel, ada 185 Ribu jiwa di antaranya menganggur atau 4,48 persen," ungkap Timbul, Kamis (7/11).

Paling Banyak dari SMK

Dia mengatakan, penyumbang terbesar pengangguran di Bumi Sriwijaya berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 37 ribu atau di angka 11,69 persen dan cenderung terjadi peningkatan dibanding tahun lalu yang hanya 9,94 persen. Sementara lulusan SMA berada di angka 7,91 persen

Sementara dari tingkat wilayah, Palembang menjadi daerah terbesar penyumbang pengangguran (7,94 persen) dan paling rendah Kota Pagaralam (2,45 persen.

"Pemerintah harus menyikapinya hal ini dengan membuka lapangan kerja dan mengatur sistem penyerapannya. Jangan sampai pengangguran terus bertambah seiring semakin banyaknya lukisan, untuk lulusan SMK saja ada 35 ribu orang pertahun," kata dia.

Respons Gubernur Sumsel

Menyikapi hal itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku akan mengoptimalkan dunia wirausaha untuk mengatasi pengganguran. Baru-baru ini, pihaknya melatih 6.036 Calon wirausaha dari berbagai bidang, seperti otomotif, jahit, tata boga, IT dan lainnya.

"Kita maksimalkan peran Balai Latihan Kerja dan Dinas Tenaga Kerja. Kita berikan pelatihan kepada anak-anak muda sehingga bisa membuka usaha mandiri," kata dia. (ds/sumber merdeka)