press enter to search

Minggu, 09/08/2020 09:11 WIB

Ribuan Orang Terkena Penyakit Paru-paru Akibat Vape

Redaksi | Senin, 11/11/2019 09:52 WIB
Ribuan Orang Terkena Penyakit Paru-paru Akibat Vape Foto: CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

"Vitamin E asetat diduga penyebab terkuat dari (penyakit paru-paru)," kata Wakil Direktur Utama CDC Anne Schuchat seperti dilansir Reuters, Minggu (10/11/2019).

Hasil penelitian itu menjadi sebuah tonggak penting di saat terus bertambahnya pasien penderita penyakit paru-paru akibat vaping. Sampai dengan Jumat (8/11/2019), jumlah korban sudah mencapai sekitar 2.000 orang. 

Schuchat juga mengatakan bahwa penemuan itu sebagai terobosan baru dalam penyelidikan yang banyak dilakukan.

Sebelumnya, tes terhadap sampel produk yang dikumpulkan dari pasien penderita penyakit paru-paru akibat vaping oleh AS dan pejabat negara bagian, juga menemukan adanya kandungan serupa dalam beberapa produk.

Vitamin E asetat diyakini digunakan sebagai agen pemotong dalam produk vaping ilegal yang mengandung THC, sebuah komponen ganja yang membuat orang `melayang`.

Lebih lanjut, Schuchat juga memperingatkan masih perlu dibuat banyak penelitian untuk mengetahui penyebab munculnya penyakit paru-paru secara definitif.

Sebelumnya pada Kamis, CDC melaporkan ada 2.051 kasus penderita penyakit paru-paru yang sudah dikonfirmasi di AS. Sebanyak 39 kematian di antaranya terkait dengan penggunaan rokok elektrik atau produk vaping.

Hampir 85% pasien penderita penyakit paru-paru melaporkan menggunakan produk yang mengandung THC. Akibat hal ini, pejabat kesehatan masyarakat setempat mengimbau agar orang-orang menghindari penggunaan rokok elektrik yang mengandung THC atau produk apa pun yang berasal dari sumber-sumber terlarang. (ny/Sumber :