press enter to search

Senin, 16/12/2019 11:57 WIB

Angkasa Pura I- Balitbanghub Tanda Tangan Bersama untuk Penelitian Kebandarudaraan

Dahlia | Rabu, 13/11/2019 18:31 WIB
Angkasa Pura I- Balitbanghub Tanda Tangan Bersama untuk Penelitian Kebandarudaraan Foto: istimewa

JAKARTA (aksi.id) – PT Angkasa Pura I (Persero) menandatangani kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan untuk menjajaki peluang kerja sama penelitian dan pengembangan di bidang kebandarudaraan.

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan Sugihardjo pada ajang International Conference of Transportation Research and Innovation 2019 di Hotel Ayana Jakarta, Rabu (13/11/2019).

“Sebagai perusahaan pelopor pengelola bandara secara komersial di Indonesia, Angkasa Pura I berkomitmen senantiasa berkontribusi terhadap perkembangan tren industri kebandarudaraan Indonesia melalui inovasi dan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan memerhatikan faktor lingkungan hidup.

Untuk menjadi perusahaan thought leader di bidang kebandarudaraan sehingga dapat mendorong tren dan menjadi sumber referensi di bidang tersebut, Angkasa Pura I perlu memperluas aktivitas riset dan pengembangan bekerjasama dengan badan riset khusus di bidang kebandarudaraan yaitu Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan,” kata Faik.

Ruang lingkup kesepakatan bersama di bidang penelitian dan pengembangan bidang kebandarudaraan ini mencakup kegiatan penelitian bersama, pertukaran ahli, dan kegiatan lainnya. 

“Inisiasi kerja sama ini, pada tahap awal, fokus untuk mengidentifkasi topik penelitian dan pengembangan di bidang kebandarudaraan yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama,” tuturnya.

Sebagai informasi, Angkasa Pura I senantiasa melakukan continuous improvement melalui berbagai inovasi, mulai dari area pelayanan seperti layanan ruang multisensori bagi anak dengan autisme, boarding pass scanner, autogate keimigrasian, hingga praktik bisnis yang berkelanjutan yang melibatkan paradigma lingkungan hidup.

“Seperti implementasi konsep eco-friendly airport di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, melakukan pelaporan karbon yang dihasilkan seluruh bandara kelolaan melalui platform ACERT (ACI’s Airport Carbon and Emmission Reporting Tool), dan lainnya,” katanya.

Dia optimistis dengan inisiasi kerja sama ini, Angkasa Pura I dapat lebih berkontribusi terhadap perkembangan tren industri bandar udara dengan tujuan peningkatan pelayanan melalui inovasi layanan dan praktik bisnis yang berkelanjutan. (omy)