press enter to search

Rabu, 11/12/2019 19:09 WIB

Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Jadi Tersangka

Redaksi | Kamis, 14/11/2019 16:16 WIB
Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Jadi Tersangka Korpan penembakan dan anak Bupati Majalengka. (ist)

BANDUNG (Aksi.id) - Polisi sudah menetapkan anak Bupati Majalengka berinisial INA sebagai tersangka dalam kasus penembakan. Meski begitu, iia masih belum ditahan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penetapan tersangka itu berdasarkan laporan korban atas nama Panji Pamungkasandi.

"Kan sudah dilaporkan korban terkait dengan adanya (pasal) 170 Undang-Undang KUHP dan Undang-Undang Darurat tentang Penggunaan Senjata Api. Ya itu INA telah ditetapkan sebagai tersangka Rabu kemarin tanggal 13 oleh penyidik," katanya, Kamis (14/11).

Hanya saja, polisi belum melakukan penahanan kepada INA. Meski demikian, surat pemanggilan untuk tersangka sudah dilayangkan. Tersangka diminta menghadap penyidik pada hari Jumat (15/11) besok.

"INA sudah ditetapkan tersangka Rabu (kemarin) setelah gelar perkara. (sudah) dilayangkan surat pemanggilan sebagai tersangka supaya untuk hari Jumat ini menghadap kepada penyidik," ucapnya.

"Nanti kita lihat Jumat ditahan atau enggak liat penyidik bagaimana," pungkasnya.

Korban Ditodong Pistol di Kepala

Kontraktor bernama Panji mengalami luka tembak pada tangan kiri. Selain itu, beberapa karyawannya disebut mengalami penganiayaan oleh sekelompok orang yang datang bersama INA. Insiden itu terjadi setelah Panji meminta pembayaran proyek.

"Tiba tiba sekitar jam 23:30 WIB, saya dibangunkan paksa oleh orang orang yang datang bersamaan dengan INA. Dan setelah keluar dari mobil dirinya ditodong dengan senjata api ke kepala, untungnya senjata tersebut berhasil ditepis yang akhirnya mengenai telapak tangan sebelah kiri," kata dia.

Setelah keributan berakhir, Panji dibawa ke rumah sakit dalam keadaan terluka oleh kerabatnya. Kejadian yang menimpanya ini sudah dilaporkan kepada pihak Polres Majalengka.

Kronologi Penembakan Versi Pelaku

Anak Bupati Majalengka yang juga Kabag Ekonomi Pembangunan Majalengka berinisial INA menembak seorang kontraktor proyek. Insiden Minggu malam 10 November 2019 ini menjadi sorotan publik.

Jajaran Polres Majalengka terus menyelidiki motif penembakan yang dilakukan terduga yang merupakan anak Bupati Majalengka Karna Sobahi. Tim kuasa hukum INA mengaku sudah mengumpulkan bukti terkait peristiwa penembakan yang terjadi di kawasan Cigasong, Kabupaten Majalengka itu.

Juru bicara tim kuasa hukum INA, Arif Chaidir, mengklaim sebelum kejadian penembakan, kontraktor proyek bernama Panji Pamungkasandi bersama 20 orang lainnya datang ke rumah INA.

"Ini yang kami dapat dari keterangan dan hasil pemeriksaan saksi usai kejadian ya. Kontraktor itu datang bawa 20 orang ke rumah INA di kawasan Cijati Majalengka," kata dia kepada wartawan, Selasa (12/11).

Kontraktor proyek tersebut, lanjut Arif, terlihat seakan ingin menyerang kediaman INA. Padahal, malam itu INA sedang berada di Bandung menuju ke Majalengka.

Di kediaman INA, Panji sempat menanyakan Andi Acong dengan maksud menagih sisa pembayaran proyek yang sudah diselesaikannya. Namun, kata dia, cara Panji menanyakan sisa utang tersebut dinilai beringas.

"Akhirnya INA memberitahu kepada orang-orang yang ada di kawasan rumahnya agar bertemu di daerah Cigasong karena sempat terjadi kegaduhan lah. Di sana sempat terjadi keributan antara kelompok Panji dan INA yang tidak jauh dari rumah INA," kata dia.

Arif menyebutkan, perkelahian massal sempat terjadi di ruko Sakura kawasan Cigasong Majalengka. Dia mengklaim, beberapa waktu kemudian INA datang dan mencoba melerai perkelahian.

2 Kali Letusan

INA, kata Arif, mengaku mengeluarkan senjata api, tetapi senjata tersebut diletuskan ke atas. Setelah meletupkan tembakan pertama, Panji diklaim mencoba merebut senjata itu.

Sehingga terjadilah letusan kedua yang tak terduga mengenai tangan Panji. Saat yang bersamaan, Handoyo rekan yang membantu INA juga terkena tembakan bersamaan dengan Panji.

"Dari keterangan saksi memang dua letusan dan senjatanya sudah berizin ya dan INA kebetulan anggota Perbakin jadi bukan senjata ilegal. Kelompok Panji saat datang ke rumah INA itu menggunakan senjata tajam," kata dia.

Arif mengaku malam itu sedang berada di kediaman INA saat Panji dan 20 orang lainnya datang. Pihak Panji dan rekan-rekan INA sempat cekcok mulut sebelum terjadi perkelahian di ruko Sakura kawasan Cigasong.

"Jadi dari keterangan saksi yang kami dapat terlapor INA itu posisinya sedang mencoba melerai perkelahian. Sisa utang proyek juga sudah dibayar," kata dia. (ds/sumber merdeka)