press enter to search

Senin, 16/12/2019 10:04 WIB

MTI: Bangun Budaya Taat Berlalulintas

Dahlia | Kamis, 28/11/2019 22:23 WIB
MTI: Bangun Budaya Taat Berlalulintas Foto: istimewa

JAKARTA (aksi.id) – Dalam acara diskusi Publik Keselamatan jalan dalam peringatan sedunia untuk korban kecelakaan lalu lintas atau World Day Remembrance for Road Traffic Victims di Hotel Artotel, Jakarta (28/11/2019).

Prof. Agus Taufik Mulyono, Ketua Umum MTI, mengatakan masalah keselamatan transportasi jaman ini adalah masalah membangun peradaban budaya dan kebiasaan diri sendiri untuk taat dan dalam berlalu lintas mengunakan fasilitas jalan raya.

“Carut-marut tidak terlepas dari budaya,  transportasi bukan saja masalah ilmu pengetahuan dan teknologi, ini masalah mengenai peradaban, dan itu indikatornya adalah pengaturan kepatuhan, yang dibangun dari entrigritas mulai cara beretika yang bermoral sehingga terciptanya budaya atau kebiasaan taat peraturan. Dan PR kita bersama adalah membangun kebiasaan yang seperti itu selalu sehari-hari.” Katanya.

Diskusi publik ini membahas keselamatan jalan di tengah semakin berkembangnya teknologi ramah lingkungan untuk transportasi perkotaan, termasuk di dalamnya skuter listrik yang operasionalnya belum sepenuhnya terkelola dan diregulasi dengan baik.

Permasalahan kendaraan di jalan saat ini yakni mengenai skuter listrik dilarang di trotoar sementara motor masih banyak berjalan di trotoar. Status yang jelas mengenai pengguna trotoar yakni bagi difabel dan pejalan kaki, sementara itu bagi sepeda motor menggunakan trotoar sudah dilakukan pelarangan dan penindakan sedangkan yang jadi permasalahaan saat ini adalah skuter listrik yang masih belum tersentuh hukum.

Kendaraan mobilitas mikro ini banyak digunakan sebangai alat angkut personal seperti sepeda listirk maupun skuter listrik, skuter listrik sudah dipergunakan secara pribadi sejak tahun 2016 dan mulai dipergunakan secara massal mulai tahun 2019. Moda ini masih terbilang belum aman yang disebabkan dari infrastruktur yang belum siap untuk moda mobilitas mikro.

Pengaturan mobilitas mikro atau dikatakan alat angkut personal harus didefinisikan mulai dari jenis, berat dan kecepatan, spesifikasi teknis, serta pengaturan operasional.

Untuk tahun baru sendiri grafik kecelakaan lebih sedikit dikarenakan mayoritas masyarakat lebih banyak mempergunakan transportasi udara seperti pesawat dan darat seperti kereta api namun tetap dari pihak-pihak terkait seperti Kementerian Perhubungan dan yang lainnya juga turut memperhatikan kelancaran transportasi jelang tahun baru 2019.

Dalam acara diskusi ini turut hadir Aishah M dari ITDP,  Daddy Herlambang wakil sekjen MTI pusat, Yusa Cahya Perman FDTJ / Forum Diskusi Transportasi Jakarta, Ali Sunanda Sekjen MTI DKI dan Annie Trianni Listi CSR Association Adira. (bondan/fahmi).