press enter to search

Rabu, 22/01/2020 11:43 WIB

Tahun 2020, Airnav Indonesia Investasi Rp2,2 Triliun

Dahlia | Kamis, 05/12/2019 21:03 WIB
Tahun 2020, Airnav Indonesia Investasi Rp2,2 Triliun Foto: istimewa

JAKARTA (aksi.id) – Tahun 2020,
Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia mengalokasikan investasi hingga Rp2,2 triliun.

Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto menyebutkan, anggaran tersebut utamanya untuk dedikasi mendukung pemerintah pada peningkatan navigasi di Bandara terkait lima destinasi super prioritas pariwisata dan juga Papua. 

Lima destinasi super prioritas yang disebut Bali baru itu antara lain Candi Borobudur-Jawa Tengah, Labuan Bajo-Nusa Tenggara Timur, Likupang-Sulawesi Utara, Mandalika-Lombok, dan Danau Toba-Sumatera Utara.

“Diantaranya di Bandara Silangit dengan memasang sistem pendaratan instrumen (Instrumen landing system/ILS),” ujar Novie di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Dengan implementasi ILS kata dia, maka menjamin pendaratan pesawat bisa dilakukan dalam jarak pandang antara 500 hingga 1.000 meter.

Selain Silangit, pengembangan navigasi juga dilakukan di Bandara Yogyakarta yang baru atau Yogyakarta International Airport (YIA).

“Saat ini slot penerbangan di YIA delapan per jam untuk take off dan landing, nantinya akan menjadi 20-25 pergerakan per jam,” tuturnya.

Dengan begitu maka peluang penerbangan di YIA masih sangat terbuka lebar bagi maskapai. Nantinya di sana juga siap didarati pesawat jenis apapun.

Sedangkan terkait dengan Papua, menurut Novie transformasi yang dilakukan untuk wilayah yang memiliki 108 bandara terus dilakukan untuk keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kami juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) khusus untuk di Papua dan dalam menyiapkanya bekerjasama dengan Pemda setempat,” tutup Novie. (omy)

Keyword Airnav