press enter to search

Selasa, 28/01/2020 14:28 WIB

Apa Peran Bos Importir Motor di Pesawat Garuda Pengangkut Harley?

Dahlia | Minggu, 08/12/2019 14:49 WIB
Apa Peran Bos Importir Motor di Pesawat Garuda Pengangkut Harley? Foto: istimewa(antaranews)

JAKARTA (aksi.id) – Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjelaskan belum bisa memastikan keterlibatan nama Joe Surya dalam kasus penyelundupan satu unit moge Harley-Davidson bekas yang melibatkan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra (Ari Ashkara).

Nama Joe Surya muncul dalam daftar 21 penumpang pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 yang mengangkut motor itu. Joe Surya diketahui merupakan nama Chairman Nusantara Group yang memiliki banyak anak perusahaan di bidang otomotif, termasuk pengimpor resmi dan dealer resmi Harley-Davidson di Indonesia.

images (1)

Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat Bea Cukai Deni Surjantoro memaparkan kasus penyelundupan Harley-Davidson jenis FLH Electra Glide Shovelhead dalam bentuk terurai itu saat ini dilakukan oleh tim khusus Bea Cukai dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Penyelidikan itu disebut belum sampai ke tahap dugaan keterlibatan Joe Surya.

Deni menyadari ada nama Joe Surya dalam daftar 21 penumpang, namun dia belum bisa memastikan yang dimaksud merupakan bos Nusantara Group.

“Kami belum tahu karena hasil pemeriksaan belum masuk ke kami,” kata Deni saat dihubungi melalui telepon, Jumat (6/12).

Deni juga mengatakan ia tak bisa berspekulasi apakah penyelidikan bakal mendalami keterlibatan Joe Surya dalam kasus ini.

“Itu [penyelidikan Joe Surya] saya tidak bisa spekulasi karena menunggu tim yang sedang atau masih bekerja,” ucapnya.

Keberadaan Joe Surya turut menjadi perhatian, sebab ia merupakan bos Legenda Motor, perusahaan pengimpor motor-motor Harley-Davidson ke dalam negeri. Legenda Motor merupakan penyuplai ke enam dealer resmi Harley-Davidson di Sumatera, Jawa, dan Bali.

Nusantara Group diketahui juga berperan sebagai pengimpor motor BMW Motorrad dan mobil Renault. Selain itu entitas ini juga punya sejumlah dealer merek otomotif seperti Mazda, Mitsubishi, Mini, BMW, Daihatsu, Kia, BMW Motorrad, dan Renault.

CNNIndonesia.com sudah mencoba meminta konfirmasi dari Joe Surya namun sampai saat ini belum ada respons.

Harley Kolektor

Harley-Davidson bekas yang diselundupkan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra (Ari Ashkara) bukan barang sembarangan. Motor gede ini tergolong langka dan bisa dibilang simpanan kolektor.

Ari diketahui melakukan tindakan ilegal setelah kedapatan memasukkan satu unit Harley-Davidson dalam bentuk terurai melalui pesawat baru Garuda Indonesia yang terbang dari Prancis. Selain motor terdapat juga sepeda Brompton di dalam pesawat yang total mengangkut 21 penumpang.

Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta Sahat Manalu menuturkan dari foto yang beredar menunjukkan moge yang diselundupkan merupakan FLH Electra Glide Shovelhead. Kata dia motor ini barang langka dan tidak pernah dijual secara resmi di dalam negeri.

Sebelumnya pihak Kementerian Keuangan menyebut motor ini diperkirakan diproduksi 1970-an. Pada era itu belum ada dealer resmi Harley-Davidson di Indonesia.

034052900_1575632494-Infografis_Skandal_Harley___Brompton_Selundupan_di_Garuda

“Ya itu collector’s item sebetulnya,” kata Sahat kepada CNNIndonesia.com, pada Jumat (6/12).

Sahat menjelaskan Shovelhead merupakan tipe mesin yang digendong motor itu sementara sasis menggunakan jenis FLH dengan buntut softtail. Shovelhead sendiri diketahui diproduksi mulai 1966 menggantikan generasi mesin sebelumnya bernama Panhead.

Shovelhead terakhir diproduksi pada 1984. Setelah itu nama mesin Harley-Davidson beralih menjadi bernama Evolution, Twin Cam, dan saat ini Milwaukee-Eight.

“Mesin [FLH Electra Glide Shovelhead] di atas 1.000 cc, tapi pasnya saya kurang tau. Soalnya saya itu kan sukanya motor Harley baru yang canggih-canggih,” katanya.

Harley-Davidson klasik seperti pilihan Dirut Garuda Indonesia ini terbilang langka di Indonesia. Meski begitu model yang sama populer di negara asal Harley-Davidson, Amerika Serikat.

Sahat tidak bisa memastikan seberapa langka motor itu di dalam negeri, namun dia memperkirakan jumlahnya cuma puluhan unit.

“Langkanya tidak sampe 50 unit kayaknya. Itu collector’s item,” ucap Sahat.

Mirip Harley-Davidson Elvis Presley

Model Harley-Davidson selundupan Ari juga sempat diminati orang tersohor, salah satunya legenda rock n roll Elvis Presley. Elvis sempat membeli FLH 1200 Electra Glide produksi 1976.

Motor musisi yang terkenal sejak era 1970-an tersebut pernah masuk rumah lelang GWS pada Agustus 2019. Harganya diperkirakan US$1,75 juta- US$2 juta (Rp24,5 miliar – Rp28 miliar).

Elvis membeli motor itu satu tahun sebelum ia meninggal pada 1977. Dia juga diketahui baru sebentar mengendarainya mengingat odometer hanya menunjukkan 202 km.

“Harley Davidson FLH 1200 Electra Glide tahun 1976 milik Elvis Presley – Ini adalah sepeda motor terakhir Elvis Presley yang pernah dia beli, yang dibeli pada 11 Agustus 1976,” demikian isi deskripsi lelang Harley Elvis, mengutip Visordown.

Sumber: cnnindonesia.com