press enter to search

Minggu, 29/03/2020 07:04 WIB

Erick Thohir: Tolong Swasta Jangan Akali dan Grogoti BUMN

Redaksi | Rabu, 26/02/2020 13:05 WIB
Erick Thohir: Tolong Swasta Jangan Akali dan Grogoti BUMN Menteri BUMN Erick Thohir. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan, membuka kesempatan seluas-luasnya untuk pihak swasta bekerja sama dengan pelat merah. Namun, dia punya satu pesan dalam kerja sama tersebut.

"Saya harap dengan reformasi yang ada di BUMN, silakan swasta berpartner dengan BUMN dengan baik. Jangan BUMN-nya diakali," kata Erick saat memberi sambutan di acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2020, Rabu (26/2/2020).

Dia mengatakan, banyak juga swasta yang mengakali BUMN selama ini, dengan menaruh orang dalamnya. Tujuannya agar bisnisnya jalan terus. "Sebenarnya tidak apa-apa bisnis jalan terus asal transparan dan terbuka, dan jangan sampai ada apa-apa," katanya.

Sebab, jika terjadi apa-apa dengan BUMN maka yang rugi adalah rakyat Indonesia, bukan cuma BUMN-nya saja. "Kalau ada apa-apa rakyat yang kehilangan Rp467 triliun , jadi saya titip swasta yang ingin berpartner jangan diakali. Kalau bersaing ayo, kita bisa bersaing dengan perusahaan asing," ujar Erick.

Dia tidak ingin swasta yang masuk menempatkan oknum untuk menggerogoti BUMN, dan membuat BUMN bangkrut. "Saya pastikan direksi BUMN yang mau bangkrutkan, saya copot. Cari partner yang baik biar bisnis baik dan dividennya baik."

Erick menjelaskan pada dasarnya BUMN didorong untuk berkontribusi ke negara, baik lewat dividen, pajak, royalti yang setahunnya bisa mencapai Rp467 triliun. Jangan sampai, kontribusi ini menurun apalagi di era disrupsi seperti saat ini yang bisa membuat sebuah usaha goyang atau bahkan roboh jika tidak ada pembaharuan.

"Sudah tidak bisa lagi bisnis as usual, perlu inovasi dan pengembangan. Harus ada sistem yang baik, orang yang baik agar bisa survive." (ds/sumber CNBC)