press enter to search

Senin, 25/01/2021 18:33 WIB

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Prioritaskan Tangkal Corona di Bekasi

Redaksi | Rabu, 15/04/2020 20:39 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Prioritaskan Tangkal Corona di Bekasi Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

BEKASI (Aksi.id) - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, Kota Bekasi menjadi wilayah yang diprioritaskan Pemerintah Provinsi Jabar dalam menangani virus corona. Itu disebutkannya karena Bekasi letaknya paling dekat dengan Jakarta yang merupakan episentrum penularan Covid-19 di Indonesia.

Data dari website pikobar.jabarprov.go.id yang diakses 15 April 2020 pukul 17.00 WIB, tercatat jumlah pasien positif corona di Jabar berjumlah 540 orang. Sebanyak 32 persen atau 173 orang positif corona berdomisili di Kota Bekasi.

"Kota Bekasi adalah yang prioritas nomor satu karena paling nempel dengan episentrum Jakarta," ujar Ridwan Kamil di Bekasi, Rabu (15/4).

Ridwan Kamil menyatakan Pemprov Jabar telah mengirimkan sejumlah bantuan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk disalurkan ke warga yang membutuhkan. Warga Kota Bekasi yang membutuhkan bantuan kata Emil akan mendapatkan Rp500 ribu yang dipecah dalam bentuk tunai dan non tunai.

"Bantuan provinsi berbentuk tunai dan non tunai dengan rincian Rp500 ribu kali 4 bulan. Yang diangkut ini adalah Rp350 ribu dalam bentuk sembako, kemudian Rp150 ribu tunai," ucap dia.

Dia pun meminta agar bantuan diberikan pada setiap masyarakat Bekasi yang membutuhkan, tak terkecuali para pendatang. "Jangan sampe ada warga Bekasi yang kelaparan. Jangan karena tidak punya KTP mereka jadi tidak dapat bantuan," ujar mantan Wali Kota Bandung itu.

Di sisi lain, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad, memproyeksikan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa menekan angka kasus positif virus corona. PSBB di Jabar telah diberlakukan di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) mulai Rabu (15/4) hingga 14 hari ke depan.

"Sepanjang PSBB ini berjalan sesuai yang diharapkan, artinya disiplin meminimalisir pergerakan orang, dan ada beberapa sektor pekerjaan ditutup. Proyeksi seharusnya bisa berkurang sampai 50 persen angka penyebaran," kata dia, "Kalau rata-rata per hari 30 orang, harus bisa menurun 15 orang."

Oleh karena itu, Daud berharap masyarakat mematuhi prosedur dan protokol yang diatur dalam PSBB. Dengan begitu, proyeksi penurunan kasus corona di Bodebek dapat terwujud.

"Kalau misal masyarakat tidak melakukan itu, saya kira proyeksi itu tidak akan tercapai. Jadi mudah-mudahan PSBB ini merupakan sebuah metode untuk menurunkan pencegahan Covid-19 ini," ucap dia.

Daud mengungkapkan pelaksanaan hari pertama PSBB di Bodebek juga berjalan lancar. Adapun, salah satu dampak dari kebijakan ini disebutkan Daud yakni menurunnya volume kendaraan yang masuk wilayah Bodebek.

"Walaupun belum selesai, saya dengar terjadi penurunan volume kendaraan yang masuk Kota Bogor. Tadi disampaikan yang masuk Tol Ciawi menurun 50 persen. Jadi saya kira ada penurunan kendaraan yang masuk wilayah Bodebek," ujarnya. (ds/sumber CNNIndonesia.com)