press enter to search

Kamis, 04/06/2020 15:38 WIB

Pemeriksaan Simpel di Bandara Soetta, Lalu Naik Pesawat Garuda dengan Kursi Tengah Kosong

Dahlia | Senin, 18/05/2020 14:56 WIB
Pemeriksaan Simpel di Bandara Soetta, Lalu Naik Pesawat Garuda dengan Kursi Tengah Kosong Foto:istimewa

TANGERANG (aksi.id) – Untuk naik pesawat Garuda dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ternyata tidak ribet, tidak antre lama, juga tidak ada kerumuman.

Pengalaman itu dirasakan Aisha R, yang terbang dari Bandara Soetta menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepada BeritaTrans.com dan aksi.id, Senin (18/5/2020), anak milienial itu bercerita tiba di Bandara Soetta, Minggu (17/5/2020), sekitar jam 00.00 atau lima jam sebelum jadwal terbang pukul 05.10.

Sambil menunggu waktu berlalu, dia beristirahat di mobil. Sekitar pukul 02.30, perempuan itu baru beranjak ke gate Terminal 3. Dari seorang petugas bandara, dia mendapat informasi bahwa calon penumpang dapat masuk melalui Gate 3.

Setelah melewati pemeriksaan petugas aviation security (avsec), Aisha menuju konter pemeriksaan kesehatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Sambil antre panggilan, dia duduk di kursi dengan mengimplementasikan social distancing. Dua kursi tengah disilang merah. “Sehingga tetap physical distancing. Lagipula memang nggak ada kerumunan,” ungkapnya.

Oleh petugas KKP, dia diperiksa surat hasil rapid test, surat sehat, surat tugas/surat pendukung lain, serta tensi. Selain itu, diminta mengisi health alert card.

Setelah beres, dia ke check-in counter Garuda. Kembali diperiksa kelengkapan surat-surat. Setelah itu, hendak memasuki ruang tunggu, kembali diperiksa oleh petugas avsec. “Avsec hanya periksa tiket dan KTP,” tuturnya.4182020102414

Sebelum boarding, dia menyerahkan formulir ke petugas Garuda. Formulir itu diunduh dari website Garuda. “Setelah itu naik pesawat dengan nomor penerbangan GA604,” ujar Aisha.

Proses pemeriksaan di bandara tersebut tidak sampai satu jam. “Cepat kok. Yang penting segala persyaratan lengkap,” tutur sarjana hukum dari Universitas Pasundan, Bandung, itu.

Di dalam pesawat, ternyata kursi tengah dikosongkan atau tidak boleh diduduki penumpang. “Kru kabin menggunakan masker dan sarung tangan. Dan untuk penumpang tentu saja wajib memakai masker seperti halnya di bandara,” ujarnya.41820201024354182020102357

Sesampai di Bandara Sultan Hasanuddin, pukul 08.40, dia kembali harus memperlihatkan HAC kepada petugas di sana. “Oh ya, bagasiku basah. Mungkin karena disemprot disinfektan,” cetusnya.

Dari bandara itu, dia melanjutkan perjalanan menggunakan jasa transportasi darat ke Tana Toraja. Dara itu harus kerja dan berlebatan di kota di Sulawesi Sekalan tersebut. (awe).