press enter to search

Sabtu, 11/07/2020 17:14 WIB

Jepang Bakal Cabut Status Darurat Covid-19

Dahlia | Senin, 25/05/2020 13:36 WIB
Jepang Bakal Cabut Status Darurat Covid-19 Foto:istimewa

Tokyo (aksi.id)  - Jepang akan mencabut status darurat wabah virus corona di lima prefektur, termasuk Tokyo.

Perdana Menteri Shinzo Abe akan mengumumkan pencabutan kondisi darurat pada Senin (25/5/2020) malam setelah mendapat persetujuan dari komite parlemen.

Tim panel terdiri dari para ahli menyetujui rencana pencabutan keadaan darurat virus corona di Tokyo serta empat prefektur lainnya. Dengan demikian, semua wilayah di Jepang akan beraktivitas normal secara bertahap.

Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura mengatakan, para ahli yang ditugaskan pemerintah telah memberi lampu hijau untuk mengakhiri keadaan darurat yang telah berlangsung lebih dari 1,5 bulan.
Namun Nishimura mengingatkan, pencabutan status darurat bukan berarti akhir dari wabah Covid-19. Pemerintah akan terus memantau perkembangan sambil menyeimbangkan langkah-langkah pencegahan dan dampak terhadap kegiatan ekonomi.

Data terbaru menunjukkan kasus infeksi telah melambat dan tekanan terhadap sistem medis jauh lebih rendah. Namun Tokyo dan Hokkaido masih dalam pemantauan ketat.

“Tokyo dan Hokkaido, ada belasan kasus baru yang dilaporkan pada Minggu, masih perlu ekstra hati-hati. Kami tidak bisa sepenuhnya menghilangkan virus corona menjadi nol. Bahkan setelah keadaan darurat dicabut, kita harus tegas mengambil tindakan pencegahan berdasarkan gaya hidup baru kita,” kata Nishimura, dikutip dari Associated Press.

Abe pertama kali memberlakukan keadaan darurat di beberapa wilayah Jepang termasuk Tokyo pada 7 April. Status darurat kemudian diperluas ke seluruh prefektur pada akhir bulan yang sama dan berlaku hingga akhir Mei.

Berbeda dengan lockdown, status darurat di Jepang tidak mengikat warga sehingga masih memungkinkan melakukan perjalanan, termasuk bekerja di kantor meski jam kerjanya dikurangi.

Tokyo dan tiga prefektur tetangga akan memulai kembali aktivitas sekolah serta membuka fasilitas publik dan bisnis secara bertahap dalam beberapa pekan mendatang.

Jepang sejauh ini mengonfirmasii 16.580 kasus virus corona, sebanyak 830 di antaranya meninggal dunia. (lia/sumber:inews)