press enter to search

Selasa, 26/01/2021 21:00 WIB

Pemkot Batam Terapkan New Normal: ASN Bertugas Mengedukasi Warga hingga Buka Tempat Ibadah

Redaksi | Selasa, 26/05/2020 21:23 WIB
Pemkot Batam Terapkan New Normal: ASN Bertugas Mengedukasi Warga hingga Buka Tempat Ibadah Pertemuan Wali Kota Batam bersama ASN dan tokoh agama/masyarakat di Dataran Engku Putri.

BATAM (Aksi.id) - Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menerapkan tatanan hidup normal baru (new normal) mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam bekerja hingga berencana membuka aktivitas tempat ibadah. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyebutkan, semua ASN ini bertugas mengedukasi warga agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan.

“Hari ini saya sengaja menginstruksikan semua ASN masuk untuk menjalankan tugas berat ini,” kata Rudi saat memimpin rapat bersama ASN di panggung utama Dataran Engku Putri Batam, Selasa (26/5).

Rudi menyebutkan jika keputusan itu dibuat dengan harapan jumlah ASN yang banyak dapat ditugaskan di semua kecamatan se-Kota Batam. Tentu, kata dia, dimulai dari setiap ASN itu sendiri terlebih dahulu.

“Kita sama-sama mengedukasi warga agar tetap patuh imbauan kita,” kata Rudi.

“Secara umum, sudah saya sampaikan ke ASN terkait tatanan hidup normal baru ini. ASN Tetap pakai masker serta menjaga jarak,” tambahnya.

Selain itu, Rudi juga menyebutkan Pemkot Batam berencana untuk membuka kembali tempat ibadah untuk aktivitas keagamaan dalam waktu dekat. Dikarenakan Batam tidak PSBB maka dilakukan lebih awal untuk percobaan.

Hal ini juga sejalan dengan yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Kepri yang mengizinkan pembukaan tempat ibadah mulai Jumat, (29/5) ini. Hal dilakukan dalam rangka percobaan new normal seperti yang direncakan oleh pemerintah pusat.

"Masjid-masjid yang boleh dibuka pada masa percobaan ini  adalah masjid-masjid yang ada di dalam lingkungan perumahan, sedangkan masjid di lintas jalan, maka menunggu tanggal 15 Juni mendatang," ungkap Rudi.

Rudi menjelaskan, walaupun tempat ibadah dibuka, akan tetapi ada syarat yang harus dipenuhi demi mencegah penyebaran virus corona.

"Tempat ibadah di Kota Batam sudah boleh aktivitas seperti sediakala. Saya buka, tapi dengan catatan, para pengurus Masjid dan jemaah harus mengikuti protokol kesehatan COVID-19," tambah Rudi.

Selain itu, pusat keramaian lain seperti pelabuhan, mall dan sebagainya dibuka pada tanggal 15 Juni nanti. Alasannya penerapan new normal adalah agar seluruh kegiatan sosial dan ekonomi bahkan keagamaan di Batam bisa kembali seperti biasanya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan

Sementara, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menambahkan, menurutnya Batam menjadi percontohan atau pilot projectnew normal  setelah melihat kinerja penanganan COVID-19 di Batam.

"Ini pertanda nilai kinerja kita bagus dan dapat apresiasi di pusat untuk penanganan penyebaran virus corona, cukup maksimal," kata Amsakar kepada kepripedia, melalui sambungan telepon, Selasa (26/5).

Kata dia, bahwa tahap pertama percontohan new normal yakni provinsi Bali, Yogyakarta dan  Kepulauan Riau.
"Ini berkat kinerja Tim Gugus tugas dan FKPD yang selalu support kinerja kita dalam mengatasi virus corona," kata Amsakar.

Amsakar menerangkan, konsep new normal ini akan mengatur kehidupan masyarakat ketika berkumpul di luar rumah, mulai dari beribadah secara bersama-sama, makan di restoran hingga menghadiri acara publik.

Sedangkan terkait terus adanya penambahan jumlah terkonfirmasi positif COVID-19, kata Amsakar, dikarenakan adanya penyisiran sehingga wajar terjadi penambahan. Namun, demikian kesembuhan terus juga bertambah.

"Jumlah bertambah karena kita setiap hari melakukan penyisiran sehingga data tersebut terus melonjak. Hal itu untuk mencegah terjadinya penularan," ucap Amsakar.

Kendati demikian, Amsakar mengimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan jaga jarak dan social distancing dan serta  stay at home yang selalu dianjurkan pemerintah.

"Jadi masyarakat jangan beraktivitas terlebih dahulu. Sebab apa bila ada yang terpapar salah satu tentu akan ditelusuri siapa saja yang kontak fisik, dan dilakukan penyisiran," terang Amsakar.

"Artinya kalau terkena satu orang itu akan menyebabkan kerja berkali bagi tenaga medis. Ini yang selalu kita imbau untuk meminimalisir terjadinya penularan," tutupnya. (ds/sumber kumparan)