press enter to search

Minggu, 05/07/2020 00:34 WIB

Covid-19 di AS: Angka Kematian Lampaui 100.000, Trump Klaim Tanpa Responsnya Jumlah Korban Jiwa Bisa Lebih Tinggi

Redaksi | Jum'at, 29/05/2020 14:34 WIB
Covid-19 di AS: Angka Kematian Lampaui 100.000, Trump Klaim Tanpa Responsnya Jumlah Korban Jiwa Bisa Lebih Tinggi Ilustrasi. (ist)

WASHINGTON (Aksi.id) - Angka kematian akibat virus corona di AS telah melampaui 100.000, menurut data Universitas Johns Hopkins. Jumlah ini lebih tinggi dari negara-negara lain, sementara angka kasus positif Covid-19 yang tercatat di AS adalah sebanyak 1,69 juta kasus atau 30% dari total kasus di dunia.

Kasus di AS pertama dilaporkan terjadi di negara bagian Washington pada 21 Januari. Dengan angka kematian AS saat ini mencapai 100.271, editor BBC Amerika Utara Jon Sopel mengatakan angka itu hampir sama dengan jumlah prajurit Amerika yang terbunuh di Korea, Vietnam, Irak dan Afghanistan selama 44 tahun pertempuran.

`Virus corona tak akan membunuh kami, namun kami akan meninggal karena lapar`
Trump sebut WHO `boneka China`, ancam akan hentikan dana secara permanen
Secara global, tercatat 5,6 juta kasus positif Covid-19 dan 353.414 kematian sejak virus itu muncul di kota Wuhan di China akhir tahun lalu.

Bagaimana gambaran nasional di AS?

Dua puluh negara bagian melaporkan peningkatan kasus baru akhir pekan lalu, menurut sebuah studi Reuters.

Angka kasus yang tinggi terjadi di wilayah metropolitan, termasuk Chicago, Los Angeles dan pinggiran kota Washington DC.

Negara bagian North Carolina, Wisconsin, dan Arkansas di AS juga mengalami peningkatan kasus.

Beberapa negara bagian yang paling terdampak mengalami penurunan angka kematian, termasuk New York, di mana 21.000 penduduk telah meninggal akibat Covid-19.

Selama puncak krisis di kota itu, jumlah kematian mencapai ratusan orang setiap harinya.

Rumah sakit kewalahan dan kamar mayat sementara dibangun di luar fasilitas kesehatan.


Enam minggu yang hilang ketika AS gagal membendung penyebaran virus corona.
Apa yang dikatakan Presiden Trump?

Presiden Donald Trump bersikeras bahwa tanpa respons yang dilakukan pemerintahannya, jumlah korban jiwa akan jauh lebih tinggi, meskipun para kritikus menuduh AS lambat dalam menghadapi wabah itu.

Pada hari Selasa, Trump mengatakan jumlah korban jiwa bisa saja 25 kali lebih tinggi.

Awalnya, Trump meremehkan pandemi, membandingkannya dengan flu musiman.

Kembali pada bulan Februari ia mengatakan AS bisa "mengendalikan virus" dan pada bulan April virus itu bisa "pergi secara ajaib".

Dia mengestimasi ada 50.000-60.000 kematian, kemudian 60.000-70.000 dan kemudian "secara substansial di bawah 100.000".

Trump juga mengatakan pada 20 Mei bahwa merupakan sebuah "lencana kehormatan" bahwa AS memiliki jumlah kasus terkonfirmasi tertinggi di dunia "karena itu berarti pengujian kami jauh lebih baik".

Sebuah penelitian dari Universitas Columbia di New York menunjukkan jumlah orang yang meninggal bisa berkurang sekitar 36.000 jika AS bertindak lebih cepat.

Trump: `Saya pikir sangat ganjil dia (Joe Biden) mengenakan masker`
Bagaimana dengan pelonggaran lockdown?

Dengan hampir 39 juta orang Amerika menjadi pengangguran selama pandemi, AS membuka kembali ekonomi yang `beku` oleh virus corona, bahkan ketika angka kematian terus meningkat.

Sebanyak 50 negara bagian telah melonggarkan aturan lockdown Covid-19 dalam beberapa bentuk.

Taman hiburan terbesar di dunia, Walt Disney World di Florida, berencana untuk mulai beroperasi pada 11 Juli, jika gubernur negara bagian mengizinkannya.

Empat kasino Las Vegas yang dimiliki MGM Resorts juga dijadwalkan akan dibuka kembali pada 4 Juli. Perusahaan itu mengatakan karyawan akan dites Covid-19 secara teratur.

Saat ini, tidak ada vaksin untuk Covid-19. Juga tidak ada pengobatan yang pasti untuk penyakit ini, tetapi beberapa obat sedang diuji.

Sebuah jajak pendapat AP-NORC yang dilakukan bulan ini menemukan bahwa hanya 49% orang Amerika yang mau divaksin ketika vaksin ditemukan. (ds/sumber BBC Indonesia)

Keyword Corona AS Mati