press enter to search

Kamis, 09/07/2020 17:14 WIB

Dirjen Hubud: Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Naik hingga 300%

Dahlia | Jum'at, 26/06/2020 12:35 WIB
Dirjen Hubud: Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Naik hingga 300% Foto:istimewa

52620206036
TANGERANG (aksi.id) – Dirjen Perhubungan Udara (Hubud) Novie Riyanto mengatakan setiap stakeholder di sektor penerbangan harus mendukung dipenuhinya prosedur yang ditetapkan di tengah pandemi agar menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

“Kita akan lihat seberapa jauh aturan ini dipenuhi penumpang, operator, dan ini semua bila dipenuhi maka semua pihak akan percaya. Animo menggunakan transportasi udara secara natural akan naik bertahap,” jelas Novie saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (25/6/2020).

Saat ini di Bandara Soekarno-Hatta, jelas Dirjen Perhubungan Udara, pergerakan pesawat juga sudah meningkat cukup signifikan.

“Berdasarkan data kemarin ada sekitar 280 pergerakan pesawat per hari. Kita tahu di awal pada saat Lebaran di bawah 100 pergerakan per hari. Jadi, peningkatannya sudah 250% sampai 300% untuk Soekarno-Hatta,” jelas dirjen.

Travelation permudah traveler

Sementara itu, President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan prioritas bagi perseroan adalah menjaga konsistensi seluruh stakeholder di Soekarno-Hatta dalam mendukung penerapan prosedur.

“Prioritas kami adalah menjaga konsistensi penerapan prosedur. Ini sangat penting, karena regulasi bergerak dinamis sesuai perkembangan yang ada. Kemudian, prioritas kami yang kedua adalah bagaiman membuat traveler merasa nyaman untuk terbang, bagaimana mereka menjalani proses dengan nyaman.”

“Tadi, dalam rapat bersama Menhub dan Dirjen Perhubungan Udara, diputuskan juga pemanfaatan teknologi harus dilakukan sebagai solusi terkait masih terbatasnya kapasitas slot penerbangan. Melalui teknologi digital, pergerakan penumpang di terminal dapat lebih lancar dan cepat sehingga slot penerbangan dapat ditingkatkan,” jelas Muhammad Awaluddin.

Adapun saat ini PT Angkasa Pura II telah melakukan uji coba aplikasi Travelation di seluruh bandara yang dikelola. Travelation merupakan aplikasi pengecekan secara digital terhadap dokumen-dokumen yang dipersyaratkan bagi traveler untuk dapat melakukan penerbangan.

Dokumen yang dipersyaratkan itu adalah identitas diri, tiket penerbangan, dan surat hasi rapid test/PCR test yang masih berlaku.

Menhub sangat mendukung dan mengapresiasi surat rapid test/PCR test dapat dicek sepenuhnya secara digital melalui aplikasi Travelation. Hal ini dapat dilakukan, mengingat saat ini berbagai institusi penyedia fasilitas rapid test/PCR test juga sudah diakui dan terdaftar di Kementerian Kesehatan. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta Dokter Anas Ma’ruf menambahkan, pengecekan digital terhadap surat hasil rapid test/PCR test memang dapat dilakukan dengan sejumlah persyaratan.

Muhammad Awaluddin menekankan disiplin seluruh stakeholder dalam menjalankan prosedur dan aturan harus tetap dijaga sehingga pasar merespons baik untuk kemudian kembali tercipta keseimbangan dalam penawaran dan permintaan. (awe).