press enter to search

Kamis, 13/08/2020 09:46 WIB

Lion Air Pangkas 2.600 Pegawai: Tangis dan Peluk Haru Karyawan

Dahlia | Sabtu, 04/07/2020 21:39 WIB
Lion Air Pangkas 2.600 Pegawai: Tangis dan Peluk Haru Karyawan Foto:istimewa

642020212453642020212929BEKASI (aksi.id) – Beredar video baru menayangkan aksi haru pegawai maskapai Lion Air, yang terkena pemutusan kerja.

Dalam video yang beredar di media sosial Whatsapp itu terlihat sejumlah pegawai berseragam Lion Air berpelukan dan menangis.

Sebelumnya beredar video berbeda dibagikan akun @lambe_turah dan menuai banyak komentar.

Pandemi Covid-19 memang telah memberikan pukulan telak terhadap industri penerbangan di seluruh dunia.

Bahkan, sudah banyak maskapai yang memutuskan untuk melakukan perampingan, sebagai bentuk efisiensi keuangan perusahaan.

Perampingan karyawan juga sudah dilakukan oleh maskapai nasional, yakni Garuda Indonesia, bahkan yang terbaru, yaitu Lion Air Group, yang terdiri dari Lion Air, Wings Air, dan Batik Air.

Pihak Lion Air Group sendiri melalui keterangan resmi, Kamis (2/7/20), membantah bahwa kebijakan yang ditempuh sebagai bentuk pemutusan hubungan kerja (PHK), tapi pengakhiran pekerja kontrak.

Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, membantah bahwa kebijakan yang ditempuh sebagai bentuk pemutusan hubungan kerja (PHK), tapi pengakhiran pekerja kontrak.

“Mengenai hal tersebut bukan pemutusan hubungan kerja (PHK), jadi pengurangan tenaga kerja berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang,” kata Danang Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro

Danang menyebutkan, total ada sekitar 2.600 karyawan Lion Air Group yang kontraknya habis dan tidak diperpanjang.

“Dari total karyawan kurang lebih 29.000 orang,” katanya.
Jumlah ini setara dengan 9% dari pekerja di Lion Group.

Sebelumnya, Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja Indonesia dan asing (expatriate). Tenaga kerja asing ini di antaranya termasuk pilot. Metode pengurangan berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang.

“Lion Air Group sedang berada di masa sulit dan menantang, atas kondisi terbentuk dari akibat Covid-19 serta memberikan dampak luar biasa yang mengakibatkan situasi penuh ketidakpastian,” tulis Danang.

“Keputusan berat tersebut diambil dengan tujuan utama sebagai strategi sejalan mempertahankan kelangsungan bisnis dan perusahaan tetap terjaga, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19.”

Garuda Indonesia

Sebagaimana diketahui, pada awal bulan Juni lalu, Garuda Indonesia memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sebagian pilotnya per tanggal 1 Juni 2020.

PHK tak hanya dilakukan pada pilot yang berstatus junior atau pilot baru, namun juga menyasar para pilot senior maskapai tersebut. Kabarnya, total lebih dari 150 pilot yang terkena PHK.

Meski demikian, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra membantah telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para pilotnya.

Menurut dia, perseroannya hanya mempercepat penyelesaian kontrak kerja pilot yang statusnya masih kontrak.

“Itu percepatan perjanjian kontrak. Kami tetap bayar gajinya sampai akhir kontraknya. Kami pastikan hak-hak pilot kami jalankan sesuai dengan kontraknya,” ujar Irfan dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/6/2020).

Irfan pun membantah kabar soal akan ada gelombang PHK kepada para pilot dan kopilot Garuda Indonesia lainnya. Menurut dia, PHK merupakan opsi terakhir yang menjadi pilihan maskapainya.

“PHK jadi opsi paling akhir di Garuda. Selama masih ada cara menyelamatkan, kita akan lakukan,” kata Irfan.

Keyword Lion Air PHK