press enter to search

Sabtu, 15/08/2020 20:08 WIB

Amerika Haramkan TikTok

Ahmad Bashori | Sabtu, 01/08/2020 12:09 WIB
Amerika Haramkan TikTok

WASHINGTON (aksi.id) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan menandatangani perintah untuk melarang aplikasi video singkat asal China yakni TikTok. Langkah ini merupakan puncak kekhawatiran tentang keamanan nasional terkait data pribadi yang dimiliki TikTok.

Dilansir dari Reuters, larangan ini akan menjadi pukulan besar bagi pemilik TikTok, ByteDance yang berbasis di Beijing menjadi salah satu dari segelintir konglomerat China yang secara global menjadi kesuksesan komersial dari aplikasi.

"Terkait TikTok kami akan melarang mereka di AS, dan saya akan menandatangani dokumen itu besok," kata Trump dilansir dari Reuters, Sabtu (1/8/2020).

Hingga saat ini pihak TikTok belum memberikan komentar terkait rencana yang dilontarkan Trump. Beberapa pekan sebelumnya, menurut Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, AS mempertimbangkan untuk memblokir TikRok karena alasan ancaman keamanan.




Saat ini beberapa kementerian dan angkatan bersenjata AS telah melarang para staf menggunakan TikTok untuk kebutuhan pribadi. Di antaranya Transportation Security Administration and the militer AS.

Dalam wawancara dengan Fox News, Mike Pompeo mengatakan "sedang mempertimbangkan" untuk memblokir aplikasi media sosial China termasuk TikTok. Ia menyebut TikTok sebagai ancaman dan menuduh aplikasi video pendek ini membagikan data pengguna dengan pemerintah China.

Ketika Mike Pompeo ditanya apakah merekemondasikan orang-orang untuk mengunduh TikTok, ia menjawab "hanya jika Anda menginginkan informasi pribadi di tangan Partai Komunis China."

Mike Pompeo menyebut hampir semua perusahaan China sebagai ancaman keamanan karena Undang-Undang keamanan internet China yang memungkinkan pemerintah untuk meminta akses ke data mereka. Namun Ia tak menjelaskan apakah pemerintah China pernah meminta informasi dari TikTok.

Departemen Luar Negeri AS menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut atas pernyataan Mike Pompeo. Seorang pejabat dari dinas intelijen AS pun menolak berkomentar secara khusus apa penilaian intelijen tentang TikTok.

"Setiap perusahaan China diwajibkan oleh aturan China untuk memberikan informasi yang tersimpan di jaringan mereka kepada otoritas China jika diminta. Semua orang AS harus khawatir gambar, biometrik, data lokasi dan lainnya yang tersimpan di aplikasi China wajib diserahkan ke aparat keamanan negara China berdasarkan permintaan," ujar pejabat intelijen AS tersebut, seperti dikutip dari ABC News, Kamis (9/7/2020).

Keyword TikTok Whatsapp