press enter to search

Sabtu, 15/08/2020 10:09 WIB

Kasus Pemukulan TKA China Terhadap Pekerja Lokal di Konawe Sultra Berakhir Damai

Redaksi | Sabtu, 01/08/2020 21:29 WIB
Kasus Pemukulan TKA China Terhadap Pekerja Lokal di Konawe Sultra Berakhir Damai Ilustrasi. (ist)

KENDARI (Aksi.id) - Seorang pekerja asing (TKA) China berinisial FZH diketahui melakukan pemukulan terhadap Imran, salah satu tenaga kerja lokal di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Video pemukulan yang tersebar di Facebook dengan korban tampak berlumuran darah.

Kapolres Konawe, Aun Komisaris Besar Yudi Kristianto mengatakan telah mengetahui kejadian pemukulan tersebut. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi karena ada kesalahpahaman antara korban dan pelaku.

Yudi menyebut kesalahpahaman antara keduanya telah diselesaikan secara damai secara adat Kalosara di Rumah Adat Laika Aha di Kelurahan Arombu, Kabupaten Konawe. Berita acara penyelesaian kasus secara adat juga ditembuskan ke polisi.

"Hanya kesalahpahaman biasa di lapangan. Saat ini pelaku telah dikembalikan ke perusahaan untuk bekerja seperti biasa," kata Yudi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Sabtu (31/7).

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (28/7) di kawasan industri Morosi tersebutmenimpa Imran, seorang pekerja di PT Obsidian Stainless Steel (OSS) Morosi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, pemukulan berawal saat korban hendak memarkir mobilnya keluar dari parkiran, namun terhalang motor pelaku.

Korban kemudian meminta FZH untuk memindahkan motornya, namun ia menolak. Diduga keduanya terkendala komunikasi hingga akhirnya aksi penganiayaan tak terelakkan.

Setelah aksi pemukulan tersebut, FZH sempat nyaris menjadi bulan-bulanan pekerja lain yang berada di lokasi.

Namun Yudi mengatakan sebelum hal itu terjadi, pelaku langsung diamankan ke Mapolres Konawe.

"Kita langsung amankan untuk meredam sitausi di sana," imbuhnya. (ds/sumber CNNIndoneia.com)