press enter to search

Selasa, 22/06/2021 17:58 WIB

Sebut Pidato Bipang Ambawang Tak Masuk Akal, Said Didu: Pengalihan Isu TKA China dan TWK KPK

Redaksi | Senin, 10/05/2021 05:39 WIB
Sebut Pidato Bipang Ambawang Tak Masuk Akal, Said Didu: Pengalihan Isu TKA China dan TWK KPK Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu (tengah). /ANTARA/Anita Permata Dewi/pri

Aksi.id -  Heboh pidato Presiden Joko Widodo yang mempromosikan olahan daging babi panggang (Bipang) Ambawang, khas Kalimantan Barat.

Promosi tersebut justru menuai kontroversi lantaran dikemas dalam konteks Hari Raya Idul Fitri yang tentunya dirayakan oleh umat muslim.

Mengingat tahun ini pemerintah resmi memberlakukan larangan mudik lebaran, Jokowi menganjurkan masyarakat yang rindu kampung halaman agar tak segan memesan kuliner khas daerahnya masing-masing secara online, termasuk Bipang.

"Untuk Bapak/Ibu dan Saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online," kata Jokowi.

"Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, Bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya, tinggal pesan. Dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," ujar Jokowi.

Sontak hal itu menuai kritikan dari berbagai pihak, salah satunya mantan Sekretaris Kementerian BUMN yakni Said Didu.

Said Didu menilai pidato yang disampaikan oleh Joko Widodo kali ini tak masuk akal.

Dia jadi menduga bahwa pidato Bipang Ambawang ini justru sengaja dibuat untuk mengalihkan beberapa isu sensitif lainnya yang belakangan ini sama-sama menggegerkan publik.

Jangan tertipu lagi. Tidak masuk akal pidato "bipang" tidak sengaja dibuat untuk alihkan perhatian terhadap isu sensitif," kata Said Didu seperti dikutip dari Twitter @msaid_didu yang diunggah pada 8 Mei 2021.

Ada pun isu sensitif yang dimaksud oleh Said Didu seperti masuknya sejumlah TKA China yang dinilai melambangkan inkonsistensi sikap pemerintah dalam menegakkan kebijakan larangan mudik 2021.

Selain itu, dia juga menyinggung polemik tes wawasan kebangsaan KPK yang di dalamnya justru berisi pertanyaan-pertanyaan yang dikabarkan atipikal."

Berupa : 1) TKA China bebas masuk sementara rakyat dilarang bergerak, dan 2) saat isu test kebangsaan pegawai KPK yg sangat melukai perasaan umat islam,” tutur Said Didu.

Cuitan Said Didu yang mengkritik pidato Jokowi soal Bipang.

Cuitan Said Didu yang mengkritik pidato Jokowi soal Bipang. Twitter.com @msaid_didu
 
(ny/Sumber: Pikiran.rakyat.com)