press enter to search

Kamis, 29/10/2020 02:27 WIB

Di Webinar Balitbanghub, Dirjen Budi: Muncul Paradigma Baru Bertransportasi Jalan

Dahlia | Jum'at, 18/09/2020 21:47 WIB
Di Webinar Balitbanghub, Dirjen Budi: Muncul Paradigma Baru Bertransportasi Jalan Foto:istimewa

JAKARTA (aksi.id) – Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) bersama UGM dan ITS menggelar Webinar “Kebijakan Pengendalian dan Ketahanan Bisnis Angkutan Jalan dan Perkeretaapian di Masa Pandemi”, Jumat (18/9/2020).

Diawali pembukaan Webinar dilakukan Kepala Badan Litbanghub Umiyatun Hayati Triastuti setelah laporan kegiatan oleh Kepala Pusat Litbang Darat dan Perkeretaapian Cucu Mulyana.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi sebagai keynote speaker membeberkan Paradigma Baru dalam bertransportasi jalan di masa pandemi Covid-19.

“Ada tiga paradigma baru dalam bertransportasi sehingga total menjadi tujuh yang harus diperhatikan,” tutur Dirjen Budi.

Tiga paradigma itu yakni sehat, bersih, humanis yang diterapkan sejak pandemi Covid-19. Dengan begitu menjadi tujuh dengan aman, selamat, tertib, dan lancar.

Kata dia ada hasil temuan dengan penerapan di masa adaptasi baru dalam bertransportasi ini yakni pertama korelasi interaksi pergerakan dengan episentrum dan penyebaran Covid-19.

“Secara umum terdapat hubungan antara episentrum dengan pergerakan untuk wilayah dalam kota tidak terlalu signifikan. Artinya ada faktor lain lain yang memengaruhi pergerakan,” ujarnya.

Selanjutnya terdapat temuan II yakni korelasi aktivitas dan penyebaran Covid-19 secara umum terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas di pusat keramaian terhadap penyebaran Covid-19 diantaranya pada pusat retail, taman, dan rekreasi.

Dirjen Budi menyampaikan, dalam menyesuaikan dengan pandemi ini, perubahan paradigma yang ada dengan mengedepankan aspek kesehatan sebagai unsur yang harus dipenuhi dalam mewujudkan pelayanan transportasi selain aman, selamat, tertib, dan lancar.

“Dengan menggunakan masker, hand sanitizer, melakukan pembatasan operasi dan penyesuaian load factor angkutan,” ungkapnya.

Selain itu juga perubahan pola pelayanan sektor transportasi darat mulai dari sarana, prasarana, lalu lintas dan angkutan).

Terakhir percepatan penerapaj IT dalam pelayanan sektor transportasi darat seperti perizinan online, e-ticketing, dan lain sebagainya.

“SOP perjalanan menggunakan kendaraan umum juga diatur pada masa adaptasi baru,” pungkasnya. (omy)