press enter to search

Minggu, 25/10/2020 18:07 WIB

Ratusan Paus Pilot Terdampar di Australia

Redaksi | Kamis, 24/09/2020 10:32 WIB
Ratusan Paus Pilot Terdampar di Australia Paus Pilot.



JAKARTA (Aksi.id) - Ratusan paus pilot ditemukan mati terdampar di Australia selatan, meski sudah ada upaya untuk menyelamatkan mereka. Para penyelamat dilaporkan hanya berhasil menyelamatkan puluhan ekor.
Sebanyak 200 ekor paus pilot bersirip panjang ditemukan di Macquarie Harbour, pantai barat Tasmania yang ada di pelosok dan jarang penduduk pada Rabu (23/9).

Temuan in menjadi insiden hewan terdampar terbesar yang tercatat di Tasmania, sebuah negara pulau di lepas pantai selatan daratan utama Australia.

Paus-paus itu ditemukan di jarah tujuh hingga 10 kilometer dari kelompok paus pertama sebanyak 270 ekor yang ditemukan terdampar pada Senin (21/9). Penemuan ini memicu upaya besar untuk membebaskan mamalia raksasa itu dari gosong pasir (sandbar) yang hanya dapat diakses menggunakan perahu.

Mengutip AFP, temuan ini menambah jumlah paus pilot terdampar menjadi 470 ekor pada pekan ini.

Manajer Taman dan Satwa Liar, Nic Deka, mengatakan sebagian besar rombongan paus kedua yang ditemukan pada Rabu pagi oleh kru pengintai udara diyakini sudah mati.

"Kami memiliki sebuah kapal yang tiba di lokasi beberapa waktu lalu, jadi mereka sudah menilai satu kelompok, kelompok lebih kecil yang berada di satu teluk dan semua paus itu mati," ujarnya kepada AFP.

"Mereka sedang berkeliling ke teluk kedua tempat kelompok (paus) yang lebih besar berada," tambahnya.

Kini kru penyelamat yang terdiri dari 60 konservasionis, relawan terampil, dan pekerja budidaya ikan setempat memusatkan upaya pencarian pada korban selamat dari rombongan paus pertama yang sebagian terendam.

"Penilaian terbaik yang kami dapatkan sejak pagi ini adalah terdapat antara 50 dan 70 paus yang berpotensi masih hidup. Jadi mereka adalah hewan yang menjadi fokus upaya kami," kata Deka.

Pada Selasa (22/9), tim penyelamat menghabiskan waktu mengarungi perairan dangkal yang dingin untuk membebaskan sekitar 25 paus menggunakan perahu yang dilengkapi tali khusus. Tali itu berfungsi untuk memandu paus kembali ke laut terbuka.

"Secara fisik ini sangat menguras tenaga. Ini juga menguras emosi," ucap Deka.

"Kabar baiknya adalah mayoritas paus yang diselamatkan masih berada di perairan dalam dan berenang," ujar Deka kepada wartawan di kota terdekat Strahan.

Penyebab terdamparnya paus masih belum diketahui, bahkan bagi para ilmuwan yang telah mempelajari fenomena tersebut selama beberapa dasawarsa terakhir.

Namun sejumlah peneliti mengatakan paus pilot yang terkenal ramah kemungkinan keluar jalur setelah makan di dekat garis pantai atau mereka mengikuti satu atau dua paus yang tersesat.

Ahli Biologi Kelautan Departemen Lingkungan Tasmania, Kris Carlyon, mengatakan itu adalah "peristiwa alam" yang terjadi secara teratur sepanjang sejarah di Australia selatan dan Selandia Baru yang berdekatan.

"Kami turun tangan dan merespon situasi ini, tapi untuk bisa mencegah hal ini terjadi di masa mendatang, hanya sedikit yang bisa kami lakukan," kata Carlyon. (ds/sumber CNNIndonesia.com)