press enter to search

Jum'at, 30/10/2020 03:17 WIB

Naik Terus, Kasus Aktif Covid-19 di Jawa Barat Hampir 8.000 Orang

Redaksi | Jum'at, 25/09/2020 13:37 WIB
Naik Terus, Kasus Aktif Covid-19 di Jawa Barat Hampir 8.000 Orang Ridwan Kamil (tangkapan layar youtube humas jabar).

BANDUNG (Aksi.id) - Pertambahan kasus baru harian Covid-19 di wilayah Jawa Barat terpantau mengalami lonjakan setiap harinya, di tengah kekhawatiran terbatasnya rumah sakit.

Berdasarkan data yang dihimpun dari covid19.go.id hingga Jumat (25/9/2020), terjadi lonjakan kasus aktif atau pasien dalam perawatan selama sepekan terakhir di Jawa Barat (Jabar).

Pada Kamis 17 September 2020, jumlah kasus aktif sudah mencapai 6.583 kasus. Angka ini konsisten bertambah selama sepekan terakhir, dan hanya sempat sekali turun sedikit pada 22 September 2020.

Hingga kemarin 24 September 2020, kasus aktif di Jawa Barat menyentuh 7.868, atau meningkat 19,5% dalam sepekan.

Pesebaran kasus aktif di Jabar cenderung tak merata karena hanya ada 3 daerah yang masuk Zona Merah atau Risiko Tinggi. Ketiga daerah tersebut adalah Kota Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kota Cirebon.

Dalam siaran pers, Kamis (24/9/2020), Gubernur Jawa Barat (Jabar) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Ridwan Kamil melaporkan kondisi rumah sakit di Jabar.

Dari laporan 320 rumah sakit rujukan Covid-19 se-Jabar per 19 September 2020, saat ini keterisian tempat tidur ruang isolasi Hijau (untuk pasien dengan gejala ringan) adalah 46,24%, Kuning (gejala sedang) sebesar 62,61%, dan Merah (gejala berat) sebesar 50,92%. Sementara untuk keterisian IGD mencapai 19,04% dan ICU sebesar 39,59%

Dari jumlah tersebut, 10 rumah sakit yang merawat terbanyak pasien COVID-19 didominasi oleh rumah sakit di wilayah Bodebek. "Wilayah Bodebek menjadi paling banyak dalam menangani kasus COVID-19 sebesar 80%," kata Kang Emil.

Informasi saja, hingga kemarin, kasus positif harian di Jawa Barat bertambah 804 sehingga secara akumulatif totalnya menjadi 19.397. Jumlah kesembuhan bertambah 249 menjadi 11.174 dan kasus kematian bertambah 12 menjadi 255. (ds/sumber CNBC Indonesia)