press enter to search

Jum'at, 30/10/2020 02:33 WIB

Pabrik Plester Koyok di Gresik Terbakar

Dahlia | Jum'at, 25/09/2020 19:45 WIB
Pabrik Plester Koyok di Gresik Terbakar Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi pabrik plester, PT Indosar di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Gresik terbakar, Kamis (24/9/2020) malam. (Foto: SINDOnews/Ashadi Iksan)

GRESIK (aksi.id) - Kebakaran terjadi di pabrik plester koyok, PT Indosar di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), Kamis (24/9/2020) malam. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun seorang karyawan mengalami luka bakar.

Pabrik yang memproduksi plester koyok tersebut terbakar mulai pukul 16.30 WIB. Api pertama kali muncul dari gudang coating. Tidak butuh waktu lama, gudang berukuran 24x50 meter berisi gulungan kain itu dilalap si jago merah.


Kepala UPT Pemadam Kebakaran Pemkab Gresik Eka Prapangasta menjelaskan, pihaknya baru menerima informasi sekitar pukul 17.02 WIB. Mobil PMK langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

"Area yang terbakar cukup luas, seperti gudang berisi bahan baku dan bahan jadi siap packing," ujar Eka, Jumat (25/9/2020).

Karena material dalam gudang itu mudah terbakar, pemadaman api harus memakan waktu hingga enam jam. Kobaran api berhasil padam sekitar pukul 23.34 WIB.

"Sebanyak empat mobil PMK diturunkan ke lokasi. Dua mobil suplai dan dua mobil tangki," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno menyebutkan, kejadian berlangsung saat karyawan hendak pulang kerja. Saat itu petugas sekuriti tengah melakukan pemeriksaan badan kepada karyawan yang hendak meninggalkan pabrik.

Tiba-tiba petugas keamanan itu mendengar suara teriakan dari ruang produksi coating. Setelah dicek, api sudah membesar. Dua orang satpam berusaha memadamkan dengan air dari tandon.

Namun, api semakin merembet ke bahan baku yang lain dan terus membesar. Bahkan, ada satu karyawan yang mengalami luka bakar. Korban diketahui bernama Argadianto, yang bekerja di bagian coating.

"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Jumlah kerugian juga belum bisa ditaksir," kata mantan kapolsek Cerme tersebut. (lia/sumber:inews)