press enter to search

Rabu, 21/10/2020 05:41 WIB

Balitbanghub Nyatakan Angkutan Logistik Butuh Sinergi Banyak Pihak

Dahlia | Kamis, 01/10/2020 22:42 WIB
Balitbanghub Nyatakan Angkutan Logistik Butuh Sinergi Banyak Pihak Foto: ilustrasi

JAKARTA (aksi.id) – Mewujudkan transportasi humanis, mendukung pertumbuhan industri logistik lebih baik lagi terutama di masa pandemi dan pascapandemi Covid-19.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Agus Taufik Mulyono mengatakan, saat ini industri logistik telah menjadi tulang punggung (backbone) perdagangan karena berkontribusi Rp15,8 triliun terhadap Produk Domestik Bruto pada tahun 2020.

“Transportasi humanis merupakan transportasi yang mengutamakan manusia dan kemanusiaan untuk produktivitas ekonomi yang lebih baik menuju transportasi Indonesia yang sehat dan maju,” ujar Agus dalam webinar Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) bertema “Strategi Pemulihan Angkutan Logistik pada Masa Pandemi Covid-19” Kamis (1/10/2020).

Sebagaimana pernah dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait perlunya membangun sistem transportasi yang berbudaya higienis (transportasi humanitarian) dengan cara meminimalkan kontak fisik, terdigitalisasi dan lebih adaptif.

Agus menyebutkan, semua itu tidak lepas dari tren mobilitas masyarakat di masa depan yang akan mengurangi mobilitas fisik dan memilih layanan transportasi yang bersifat personal.

Selain itu, kendaraan tanpa awak (autonomus vehicle) juga bermunculan menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil, teknologi-informasi menjadi backbone layanan, dan sarana prasarana mobilitas semakin terkoneksi dengan sistem pintar.

“Dengan begitu, sistem transportasi yang humanis ini menjadi keniscayaan untuk segera dirumuskan sebagai opsi kebijakan,” tutup Agus.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan Umiyatun Hayati Triastuti menyatakan, dibutuhkan sinergi antarpelaku usaha agar angkutan logistik dapat bertahan hidup dan tumbuh baik di masa pandemi maupun pascapandemi Covid-19.

Pemerintah dan masyarakat kata dia, harus bekerjasama dalam tiga tahapan untuk menyelamatkan kehidupan, kesehatan, dan mata pencaharian.

“Tahapan pertama yakni bertahan dan menekan yang kuncinya terletak pada Indonesia sehat,” tutur Umiyatun dalam webinar Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan bertajuk “Strategi Pemulihan Angkutan Logistik pada Masa Pandemi Covid-19” Kamis (1/10/2020).

Saat ini, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam berkegiatan perlunya mempertahankan dan menaikkan tingkat konsumsi masyarakat agar roda pertumbuhan ekonomi dan investasi terus bergerak.

Tahapan kedua, bertarung untuk pulih yang kunci utama ada pada Indonesia bekerja. Masyarakat tetap bekerja di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan cara disiplin mengikuti protokol kesehatan.

“Diharapkan kegiatan bekerja dan daya beli masyarakat menengah ke bawah bisa meningkat sehingga menggerakan daya konsumsi masyarakat lebih besar lagi dan mengundang investasi,” ucapnya.

Tahapan ketiga, adalah masa transformasi bertumbuh. Kuncinya Indonesia bertumbuh dan bertransformasi. Pada masa pascapandemi diharapkan terjadi transformasi sosial ekonomi baik dari investas transformasi digital dan sumber daya manusia semakin terampil.

“Ada banyak kesempatan yang bisa dihasilkan walaupun dalam kondisi sulit,” imbuh dia.

Umiyatun menambahkan, masa pandemi ini sangat tidak stabil karena kegiatan ekonomi, kapasitas utilisasi dan produktivitas belum pulih.

Malah kemungkinan yang terjadi adalah defisit dan utang kian meningkat. Namun di saat bersamaan, Indonesia juga bertarung untuk mencapai tujuan di masa kemenangan dengan cara pro aktif dan mempersiapakan re-emerging, re-desgin reform dan mendorong leading sector. (omy)