press enter to search

Selasa, 01/12/2020 12:20 WIB

Ekonomi Sulit, Menko Luhut Minta Produsen Obat Corona Tak Patok Harga Tinggi

Dahlia | Senin, 05/10/2020 19:36 WIB
Ekonomi Sulit, Menko Luhut Minta Produsen Obat Corona Tak Patok Harga Tinggi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan

JAKARTA (aksi.id) - Sejumlah perusahaan farmasi, baik swasta maupun BUMN, mulai menjual obat Covid-19 jenis remdesivir. Obat untuk pasien bergejala berat tersebut masih diimpor dari negara lain.

"Kalbe Farma, Bio Farma, Indo Farma dan perusahaan farmasi lainnya saya minta jangan buat harga yang terlalu tinggi, sesuai kewajaran saja karena ini masalah kemanusiaan dan tolong perhatikan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit saat ini," kata Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, Senin (5/10/2020).

Luhut menegaskan pemerintah telah memiliki data lengkap mengenai harga obat Covid-19 dari negara asal seperti India, China, dan Jerman. Data ini akan menjadi basis untuk mengukur kewajaran harga obat.

"Saya minta Pak Terawan (Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto) untuk mengawasi secara ketat hal ini," ucapnya.

Dia juga meminta Kementerian Kesehatan memastikan obat-obatan Covid-19 tersedia hingga akhir tahun ini. Dia menerima laporan masih ada rumah sakit yang kesulitan akses obat jenis remdesivir, favipiravir, dan actemra.

"Saya ingin agar kelangkaan ini bisa segera diselesaikan. Saya akan cek secara regular terkait hal ini, pokoknya jangan sampai ada orang mati karena tidak memperoleh obat tepat waktu,” ucapnya. (lia/sumber:inews)