press enter to search

Jum'at, 30/10/2020 10:52 WIB

Akui Hanya Iseng, Mahasiswa yang Edit Video Masjid Memutar Lagu Ditangkap

Redaksi | Senin, 05/10/2020 20:52 WIB
Akui Hanya Iseng, Mahasiswa yang Edit Video Masjid Memutar Lagu Ditangkap Ilustrasi masjid dan pengeras suara

Aksi.id - Seorang mahasiswa berinisial KW di Bandung, Jawa Barat ditangkap polisi karena diduga mengunggah video masjid dengan suara musik kencang.

Diketahui, video tersebut diunggah KW di akun TikTok miliknya, @kenwilboy.

Setelah diamankan polisi, KW mengaku menyesal dan meminta maaf atas perbuatannya tersebut.

Hal itu diungkapkan KW saat konferensi pers di Mapolrestabes  Bandung, Jawa Barat, Senin (5/10/2020).

Pria berusia 19 tahun itu tampak mengenakan baju tahanan dan masker yang menutupi sebagian wajahnya.

Kepada wartawan, KW mengaku menyesal dengan perbuatannya itu.

Dia menyadari bahwa unggahannya tersebut menyinggung banyak orang.

"Saya KW, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada umat Islam dan kepada Persis, dan kepada semua orang yang tersinggung oleh konten saya tersebut di TikTok kemarin," ujar KW dengan wajah tertunduk.

KW mengakui bahwa konten itu dibuatnya secara iseng atas dasar keinginannya sendiri.

"Tidak ada yang menyuruh, sama sekali enggak, hanya iseng," ucap KW.

Ia tak menyangka video itu membuatnya harus berhadapan dengan hukum.

KW mengatakan bahwa dia hanya ingin terkenal dengan cara yang benar. Namun, apa yang dilakukannya malah berbuah negatif.

"Padahal saya tuh tidak punya mimpi seperti ini. Saya paham banget saya bersalah dan menyinggung banyak orang."

"Saya punya mimpi dari dulu, saya pengin suatu saat bisa terkenal bukan dengan cara yang seperti ini, tapi dengan yang mengharumkan bangsa," ucap dia.

KW diamankan aparat kepolisian dari Polrestabes Bandung setelah adanya laporan yang diterima polisi.

"Saya juga telah mengecewakan kedua orangtua saya. Tadi pagi saya ditelepon, saya enggak bilang apa-apa, hanya bilang minta maaf ke kedua orangtua saya. Saya meminta maaf juga kepada semua orang yang sudah tersinggung," kata KW.

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, postingan tersebut dibuat KW di salah satu masjid di Jalan Pajagalan, Kota Bandung.

Ulung menyebut bahwa musik pada video tersebut merupakan editan yang dilakukan tersangka KW, sehingga seolah-olah masjid memutar sebuah musik dengan kencang.

"Suaranya di-dubbing dengan suara lain, sehingga kesannya menimbulkan bahwa masjid itu sedang ada ramai-ramai, ada suara lain atau suara musik, lagu," kata Ulung.

Padahal, menurut Ulung, tidak ada musik yang diputar oleh masjid. Adapun motif tersangka hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

"Musik itu yang dibuat oleh dia sendiri, sehingga seolah-olah dengan adanya sesuatu dari masjid, itu akan mengundang perhatian dari masyarakat dan otomatis dari masyarakat itu akan mengikuti dia (menjadi followers)," kata Ulung. (ny/Sumber : Tribunnews.com)