press enter to search

Selasa, 20/10/2020 07:53 WIB

Hasil Survei Lapor Covid-19: Masyarakat Masih Ragu pada Vaksin

Redaksi | Rabu, 14/10/2020 12:30 WIB
Hasil Survei Lapor Covid-19: Masyarakat Masih Ragu pada Vaksin  Ilustrasi.

JAKARTA (Aksi.id) - Lapor Covid-19 melakukan survei Pemahaman dan Kepercayaan Masyarakat terhadap Vaksin dan Obat Virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

Berdasarkan hasil survei tersebut, sebagian masyarakat masih ragu menerima vaksin dan obat Covid-19 yang dibuat oleh Tim Unair bersama BIN dan TNI-AD.

Kolaborator Ahli Lapor Covid-19 Dicky Pelupessy mengatakan, ada sebanyak 70 persen responden yang ragu-ragu hingga tidak bersedia mengonsumsi obat Unair, 69 persen responden ragu-ragu menerima vaksin Sinovac-Biofarma, dan 56 persen responden ragu-ragu tidak bersedia menerima vaksin Merah Putih hasil kolaborasi Eijkman-Biofarma.

"Belakangan ini kita sering menerima informasi tentang vaksin, tetapi dari survei kami ketika kami menanyakan ke warga, sebagian besar memang banyak masih yang ragu-ragu menerima vaksin dan obat," kata Dicky.

Rinciannya, sebanyak 37 persen responden ragu-ragu untuk menggunakan obat covid-19 tim Unair-BIN-TNI, 21 persennya tidak setuju, dan 12 persennya sangat tidak setuju. Hanya 30 persen responden yang setuju menggunakan obat Covid-19 Unair-BIN-TNI.

Lalu 27 persen responden ragu-ragu menggunakan vaksin covid-19 Sinovac, 32 persen tidak setuju, 10 persen sangat tidak setuju. Sebanyak 31 persen responden setuju menggunakan vaksin Sinovac.

Untuk vaksin merah putih, 37 persen responden mengaku ragu-ragu, 3 persen tidak setuju, 16 persen sangat tidak setuju. Namun ada 44 persen responden yang setuju menggunakan vaksin merah putih buatan Eijkman.

"Jadi masih lebih banyak responden yang mau memakai vaksin merah putih buatan Eijkman," ucap Dicky.

Survei ini dilakukan secara daring menggunakan platform Facebook, Whatsapp, dan media sosial lainnya. Jumlah partisipan mencapai 2.933 dengan nilai valid partisipan 2.013 orang. Partisipan berusia lebih dari 18 tahun.

Sebanyak 74,77 persen partisipan merupakan orang yang bekerja atau berhubungan dengan sektor kesehatan, sebagian besarnya merupakan sarjana (45,38 persen).

Sebaran responden terbanyak berasal dari DKI Jakarta (22 persen) dan Jawa Barat (21 persen). Jumlah responden terkecil berasal dari Kalimantan Utara sebanyak 4 orang, dan Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat, masing-masing 7 orang.

Kebanyakan partisipan mendapatkan informasi tentang Covid-19 dari pakar kesehatan (1.089 orang), pemerintah (647 orang), lainnya (285 orang), keluarga (44 orang), sahabat (25 orang), artis/selebgram (17 orang), dan tokoh agama (2 orang).

Mengenai obat Covid-19 buatan Unair-BIN-TNI AD, sebanyak 54,3 persen sudah mengetahui obat tersebut. Namun sebanyak 61 persen responden masih ragu bahwa obat tersebut dapat menyembuhkan Covid-19, dan 41 persennya setuju bahwa obat Covid-19 Unair belum tentu efektif, 36 persennya masih ragu-ragu.

Kemudian pengetahuan masyarakat untuk vaksin Covid-19 Sinovac, sebanyak 67,61 persen telah mengetahui vaksin tersebut. Untuk vaksinMerah Putih Eijkman 52,20 persen sudah mengetahui.

Namun 41 persennya masih ragu-ragu bahwa vaksin dapat melindungi diri dari Covid-19, 39 persen setuju bahwa vaksin dapat melindungi, dan 14 persennya sangat setuju.

55 persen responden ragu-ragu bahwa vaksin memiliki efek samping, 31 persen setuju vaksin memiliki efek samping, dan 6 persen sangat setuju vaksin memiliki efek samping. (ds/sumber CNNIndonesia.com)