press enter to search

Sabtu, 28/11/2020 06:37 WIB

Kemenhub Dukung Distribusi Logistik di Lumbung Pangan Nasional Kalteng

Dahlia | Selasa, 20/10/2020 14:27 WIB
Kemenhub Dukung Distribusi Logistik di Lumbung Pangan Nasional Kalteng Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

PALANGKARAYA (aksi.id) – Kementerian Perhubungan mendukung kelancaran distribusi logistik di Kawasan Lumbung Pangan Nasional atau Food Estate di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Kami akan memberikan dukungan maksimal pada sektor transportasi udara, laut dan penyeberangan. Saya berharap dapat tercipta integrasi yang baik dengan simpul-simpul produksi pertanian seperti di Kawasan Lumbung Pangan Nasional di Kalteng ini,” jelas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah, Selasa (20/10/2020).

Presiden Joko Widodo menginstruksikan kawasan ini dapat menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa, untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan yang telah diperingatkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), dikarenakan pandemi Covid-19 dan musim yang tidak bisa diprediksi.

Menhub menguraikan, dukungan distribusi logistik dilakukan Kemenhub diantaranya meningkatkan efisiensi biaya logistik dengan membangun dan mengelola kinerja pelabuhan, pengembangan pelabuhan terpadu yang terintegrasi dengan kawasan industri, memberikan subsidi muatan kepada pengangkut logistik bahan pangan.

Selain itu membuka 28 rute jembatan udara untuk menjamin rantai pasok barang kebutuhan pokok dan barang penting, mendukung jaringan transportasi terhadap simpul Sub Terminal Agribisnis (STA) ke lokasi tujuan pemasaran, dan memberikan insentif pajak usaha jasa angkutan barang yang terdampak pandemi Covid-19.

Pada sektor transportasi udara, selain membuka 28 rute jembatan udara guna mendukung kelancaran distribusi logistik bahan pangan, Kemenhub juga melakukan pengembangan dua bandara, yaitu Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya serta Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Kalimantan Selatan untuk mendukung food estate yang terletak di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Palang Pisau.

Lokasi food estate berjarak sekitar 90 km dari Bandara Tjilik Riwut atau ditempuh sekitar dua jam melalui transportasi darat, serta berjarak sekitar 130 km dari Bandara Syamsudin Noor atau sekitar tiga jam melalui transportasi darat.

“Angkutan logistik dari Bandara Tjilik Riwut dan Syamsudin Noor akan terhubung dengan kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makassar dan akan terhubung juga dengan 135 kota di seluruh Indonesia,” tutur Menhub.

Sementara itu, pada moda angkutan penyeberangan sungai dilakukan pengembangan pelabuhan terpadu yang terintegrasi dengan kawasan industri.

Kemenhub akan menyiapkan Pelabuhan Penyeberangan Bahaur dan Pelabuhan Pulang Pisau (Pelindo 3) sebagai pelabuhan pengumpul, serta sejumlah dermaga untuk mempermudah distribusi logistik pangan dari kawasan food estate Kalteng.

Dalam kunjungan ini, turut hadir Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, dan pejabat terkait lainnya.

Menhub dan Ketua Komisi V DPR secara simbolis menyerahkan bantuan 2.000 masker kepada Pemprov Kalteng yang diterima Pelaksana Tugas Gubernur Kalteng Habib Ismail.

Seperti diketahui, food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan yang tengah dibangun Pemerintah.

Food estate ini akan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Secara keseluruhan, terdapat kurang lebih 165.000 hektare lahan potensial di Kalteng yang diperuntukkan bagi pengembangan kawasan lumbung pangan nasional tersebut.

Lahan tersebut akan ditanami dengan berbagai komoditi seperti padi, kelapa, bawang merah, serta peternakan seperti ikan dan itik. (omy)