press enter to search

Sabtu, 16/01/2021 18:43 WIB

Kadang tak bisa salat atau pakai hijab saat jalani profesi, model kenamaan Amerika, Halima Aden, memilih mundur

Redaksi | Sabtu, 28/11/2020 00:17 WIB
Kadang tak bisa salat atau pakai hijab saat jalani profesi, model kenamaan Amerika, Halima Aden, memilih mundur Halima Aden mengatakan kadang ia tak bisa melakukan salat, yang ia gambarkan sebagai sesuatu yang sangat tidak nyaman.

Aksi.id - Halima Aden, model asal Amerika Serikat, mundur dari profesi yang ia tekuni karena merasa profesi tersebut bertentangan dengan keyakinan agama yang ia anut.

Model Muslim berusia 23 tahun ini telah tampil di sampul majalah Vogue edisi bahasa Inggris, Vogue edisi bahasa Arab dan majalah Allure.

Aden mengatakan karena pekerjaannya, ia kadang tak bisa melakukan salat atau tak mengenakan hijab sebagaimana mestinya.

Situasi ini membuatnya merasa tak nyaman dan karenanya memutuskan untuk mundur dari dunia modeling.

Dalam unggalan di Instagram, Aden menulis bahwa pandemi virus corona memberinya waktu untuk berhenti dan berpikir tentang nilai-nilai sebagai perempuan Muslim.

Aden mengatakan menjadi perempuan berhijab sekaligus model memiliki sisi positif dan negatif.

Ia mengatakan "ia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri karena lebih mementingkan tawaran yang datang sebagai model tanpa memikirkan dampak buruk yang mungkin terjadi".

Ia menambahkan masalahnya berakar pada "minimnya perempuan Muslim di dunia modeling yang memahami pentingnya perempuan mengenakan hijab".

Atas keputusan mundur dari dunia modeling, Aden menerima banyak dukungan antara lain dari model Bella dan Gigi Hadid. Ia juga mendapat dukungan dari Rihanna.

Rihanna bolehkan dirinya pakai hijab

Halima Aden

Aden lahir di kamp pengungsi Kenya di Somalia sebelum orang tuanya membawanya ke Amerika Serikat pada usia enam tahun.

Saat berumur 18 tahun, ia ditemukan oleh agen pencari bakat IMG Models ketika tampil di babak semifinal di Miss Minnesota.

Dalam sejarah ajang ini, ia menjadi perempuan pertama yang tampil dengan mengenakan hijab.

Sejak itu, ia dikenal sebagai perempuan yang memperkenalkan gaya busana modest, gaya pakaian yang menutup seluruh bagian tubuh, di berbagai pertunjukan fesyen.

Dalam perjalanan kariernya, ia pernah tampil di pertunjukan busana merek Fenty Beauty dan Yeezy, yang masing-masing didirikan oleh Rihanna dan Kanye West.

Aden memuji Rihanna karena membolehkannya mengenakan hijab saat memeragakan pakaian di atas panggung.

Ia mengatakan karena mengutamakan profesi sebagai model, ia sering melalaikan kewajiban beribadah seperti salat.

Ia juga pernah menerima kontrak dan melakukan pekerjaan tanpa mengenakan hijab secara semestinya.

Merasa sangat tidak nyaman

Halima Aden

Dalam situasi ini ia mengenakan perlengkapan pakaian lain untuk meutupi rambutnya.

Ia mengungkapkan "ia menangis di kamar hotel karena tak bicara terbuka mengenai kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh dirinya sebagai perempuan Muslim".

"Sebenarnya, saya merasa sangat tidak nyaman," tulis Aden di Instagram.

Ia menambahkan yang terlihat di permukaan, bukan dirinya yang sesungguhnya.

Februari lalu, kepada BBC, Aden mengatakan gaya busana modest bukan hanya untuk satu golongan perempuan saja. Gaya modest adalah "gaya busana yang paling tua".

"Gaya busana ini sudah ada sejak dulu. Ini akan bertahan hingga 100 tahun lagi," kata Aden.

Ia mengatakan ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mencoba atau menerapkan gaya busana ini. (ny/Sumber:BBCIndonesia)

Artikel Terkait :

-