press enter to search

Jum'at, 22/01/2021 03:07 WIB

Pakar UGM Ini Percaya Kencing Unta Menyehatkan, Berlawanan dengan WHO

Redaksi | Sabtu, 26/12/2020 23:47 WIB
Pakar UGM Ini Percaya Kencing Unta Menyehatkan, Berlawanan dengan WHO Kencing unta jadi obat.

JAKARTA (Aksi.id) - Selain susu dan dagingnya, kencing unta juga dipercaya dapat memberikan manfaat kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Nanung Danar Dono, Direktur Halal Research Center, Fakultas Peternakan UGM dalam seminar daring pada Selasa (8/12).

Menurutnya, sudah cukup banyak dasar yang membuktikan bahwa urin unta dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh, baik dari sudut pandang agama maupun ilmiah. Dalam Islam, menurutnya, ada sebuah hadis sahih yang memberikan penjelasan tentang manfaat urin unta.

“Ibnu Abbas ra. berkata, bersabda Rasulullah SAW: Sesungguhnya dalam air kencing unta dan susunya bisa untuk mengobati sakit perut mereka (yang bermasalah perutnya)” (HR. Ahmad, Thabrani, dan Thohawi).

Demikian hadis yang dikutip oleh Nanung sebagai dasar bahwa air kencing unta memiliki manfaat kesehatan dari sudut pandang Islam.

“Rasulullah itu tidak pernah berdusta. Dan kata-kata Beliau, itu semuanya benar. Kalau Beliau mengatakan sesuatu yang tidak benar, maka Allah yang akan menegur Rasulullah dengan firman Allah,” kata Nanung yang juga dosen Paska Sarjana Fakultas Peternakan UGM ini.

Menurut dia, tidak ada firman Allah dalam Al-Quran yang membantah atau menegur pernyataan Nabi tersebut. Dari situ, dapat disimpulkan bahwa hadits tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Dalam hadis tersebut memang tidak dijelaskan secara detail penyakit perut seperti apa yang bisa diobati dengan kencing unta. Tapi ada sejumlah penyakit perut yang menurutnya berpotensi dapat diobati dengan manfaat kencing unta. Penyakit-penyakit itu di antaranya kanker usus, kanker hati, kanker prostat, kanker leher rahim, kanker kandung kemih, luka di saluran pencernaan, diare akut, serta infeksi dan radang usus.

Dasar Ilmiah

Sejumlah penelitian internasional, menurut Nanung juga mendukung pernyataannya tentang manfaat kencing unta untuk kesehatan. Misalnya penelitian yang dilakukan oleh Alhaidar dkk., pada 2011, dan sejumlah penelitian lain. Dalam penelitian berjudul, ‘Camel Urine Inhabits the Cytochrome P450 1a1 Gene Expression Through An AhR-dependent Mechanism in Hepa 1c1c7 Cell Line’ menunjukkan bahwa kencing unta memiliki efek antikanker.

“Kalau ada efek antikanker, maka pertumbuhan sel kanker dapat direm, atau dicegah. Maka cancer dapat diobati dengan ini, dengan urin unta,” ujar Nanung.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Al-Abdallal pada 2010, Al-Bashan pada 2011, Azzahrani dan Alharbi pada 2011, dan sejumlah penelitian lain, juga disebutkan bahwa kencing unta memiliki efek antibiotik dan antijamur. Efek antibiotik dan antijamur ini menurutnya akan menghambat pertumbuhan kuman-kuman penyebab penyakit sehingga dia tidak tumbuh dan berkembang biak.

“Kalau kumannya berkurang, toksinnya berkurang. Kalau toksinnya berkurang, maka kerusakan sel dinding usus, luka, infeksi, radang, kematian jaringan, itu dapat dicegah,” ujarnya.

Tak hanya itu, sejumlah penelitian internasional lain juga menemukan bahwa kencing unta memiliki efek antialergi (Shabo et al, 2005), antiplatelet (Alhaidar et al, 2011), antidiabetes (Labo et al, 2002), serta antiulcer (Hu et al, 2017).

Nanung juga menjelaskan bahwa kencing unta tidak mengandung amonia dan UREA. UREA adalah senyawa yang bertanggung jawab pada efek racun dari urin. Jika UREA-nya tidak ada atau hampir nol, maka efek racun dari urin juga tidak ada. Berbeda dengan kencing manusia, yang mengandung amonia dan UREA tinggi.

Kencing unta menurutnya juga memiliki kandungan garam yang tinggi, lebih tinggi 10 kali dibandingkan dengan urin manusia dengan pH di atas 7,8.

“Jadi ternyata benar apa yang dikatakan Rasulullah, bahwa di urin unta itu ada obat di situ bagi orang yang sakit di perutnya. Ini jelas sekali di sini,” kata Nanung.

Peringatan WHO

Berbeda dengan pendapat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang justru tidak merekomendasikan untuk mengonsumsi kencing unta. Mengutip laporan Lauran Boyer yang dimuat US News, WHO bahkan mengatakan meminum kencing unta bisa menyebabkan kematian.

WHO meyakini, meminum air unta dapat menjadi medium penularan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) yang merebak sejak September 2012 silam. Karena itu, WHO merekomendasikan untuk menghindari meminum susu unta mentah dan air kencing unta.

“Orang harus menghindari kontak dekat dengan hewan, terutama unta, saat mengunjungi peternakan, pasar, atau area lumbung di mana virus berpotensi beredar,” saran WHO dalam rilis resminya pada 2015 yang dimuat US News.

Peringatan WHO ini berkaitan dengan seorang pria di Oman berusia 75 tahun yang tertular MERS pada Mei 2015. Setelah ditelusuri, ternyata pria tersebut kerap melakukan kontak dengan unta dan hewan ternak miliknya yang lain.

Dalam peringatannya, WHO juga mengajak publik untuk menggunakan akal sehat dasar dalam hal kebersihan. Dan sebagai aturan umum, menjauhlah dari unta.

“Tindakan kebersihan umum, seperti mencuci tangan secara teratur sebelum dan sesudah menyentuh hewan dan menghindari kontak dengan hewan yang sakit, harus dipatuhi,” tegas WHO. (ds/sumber Kumparan.com)