press enter to search

Kamis, 04/03/2021 06:39 WIB

787 Ribu Warga Amerika Ajukan Klaim Tunjangan Pengangguran

Dahlia | Jum'at, 01/01/2021 19:27 WIB
787 Ribu Warga Amerika Ajukan Klaim Tunjangan Pengangguran Foto: ilustrasi

Jakarta (aksi.id) - Sebanyak 787 ribu warga Amerika (AS) untuk kali pertama mengajukan klaim tunjangan pengangguran selama pekan perayaan Natal.

Mengutip CNN Business, angka itu sedikit turun dari laporan pekan sebelumnya dan di atas prediksi analis. Namun, jumlah klaim tersebut masih lebih tinggi 3,5 kali lipat dari periode yang sama tahun lalu.

Hal itu mencerminkan dampak pandemi corona yang memukul pasar ketenagakerjaan AS.

Di luar klaim reguler, 308.262 warga juga mengajukan permohonan bantuan di bawah program Bantuan Pandemi untuk Pengangguran. Program tersebut memberikan bantuan bagi warga yang tidak bisa menerima bantuan reguler seperti wirausaha.

Secara total, klaim tunjangan pengangguran diajukan oleh lebih dari 1,1 juta orang.

"Meski penurunan total klaim bergerak di jalur yang benar, angka belum turun ke bawah 1 juta sejak awal pandemi," ujar Ekonom Indeed Lab AnnElizabeth Konkel.

Di sisi lain, laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS itu menunjukkan 5,2 juta orang mengajukan tunjangan selama dua pekan secara berturut-turut, pada pekan yang berakhir 19 Desember.

Selain itu, tercatat lebih dari 4,8 juta orang menerima kompensasi darurat pandemi dari pemerintah AS per 12 November lalu.

Secara keseluruhan, lebih dari 19,6 juta angkatan kerja AS masih menerima bantuan pada pekan yang berakhir 12 Desember 2020.

Sepuluh bulan pandemi, jutaan pekerja AS masih bergantung pada bantuan pemerintah setelah kehilangan pekerjaan di masa krisis.

Meski pemerintah AS sudah menyetujui pemberian stimulus tambahan, pasar ketenagakerjaan AS masih jauh dari kondisi sebelum pandemi.

(lia/sumber:cnnindonesia.com)