press enter to search

Selasa, 20/04/2021 17:37 WIB

Sebut 70% Alat Deteksi Gempa dan Tsunami Masih Impor, Menko Luhut: Jangan Semua Impor

Dahlia | Kamis, 04/03/2021 13:28 WIB
Sebut 70% Alat Deteksi Gempa dan Tsunami Masih Impor, Menko Luhut: Jangan Semua Impor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan
JAKARTA (aksi.id) -  Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan,  menyebut, saat ini 70% alat untuk deteksi dini gempa dan tsunami di Indonesia masih impor dari negara lain.

“Kita termasuk gempa yang paling banyak di dunia. Alat kita mungkin 70% (impor) dari negara lain,” kata Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) Tahun 2021 secara virtual, Kamis (4/3/2021).

Oleh karena itu, Luhut meminta Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati agar bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bisa membuat alat deteksi gempa dan tsunami di Indonesia.

“Saya minta juga ke Prof Korita (Kepala BMKG) agar bersama BPPT, alat yang bisa dibuat di Indonesia, maka buat di Indonesia. Jangan semua impor saja,” ungkap Luhut.

Bahkan, kata Luhut, buoy atau pelampung untuk mendeteksi gelombang pasang dan tsunami sudah bisa dibuat di Indonesia. Sehingga, hal ini harus terus didorong agar daya saing produk Indonesia sekaligus juga menciptakan lapangan pekerjaan.

“Ternyata kita bikin buoy sudah bisa. Ya bikin bouy kita sendirilah, sehingga juga menciptakan lapangan kerja,” ujar Luhut.

Luhut mengatakan, dirinya telah meminta Kementerian Keuangan untuk mempercepat kelengkapan peralatan BMKG untuk mendukung infrastruktur peringatan dini bencana.

“Peningkatan infrastruktur peringatan dini, ini kita dorong. Kemarin saya sudah minta ke Menteri Keuangan untuk kiranya mempercepat melengkapi peralatan BMKG sehingga BMKG ini betul-betul canggih,” tutur Luhut.

(lia/sumber:okezone.com)