press enter to search

Sabtu, 10/04/2021 19:05 WIB

Sopir Bujangan Bus Tujuan Sumatera ini Bisa 2 Minggu Nginap di Terminal Bekasi

Dahlia | Senin, 08/03/2021 21:24 WIB
Sopir Bujangan Bus Tujuan Sumatera ini Bisa 2 Minggu Nginap di Terminal Bekasi Edo (31) pemuda asal Palembang, Sumatera Selatan, yang sudah belasan tahun menjadi pengemudi bus AKAP. (Foto: aksi.id/BeritaTrans.com)

BEKASI (aksi.id) - Edo (31) telah menjadi pengemudi bus antarkota antarpropinsi (AKAP) selama belasan tahun di trayek Bekasi-Sumatera.

Pemuda asal Palembang, Sumatera Selatan, yang masih berstatus single (bujangan) ini menceritakan, menjadi pengemudi bus AKAP berawal dari ikut ayahnya yang berprofesi sebagai pengemudi bus AKAP disalah satu perusahaan otobus (PO).

“Lulus sekolah langsung ikut bapak jadi kernet sebelum jadi sopir bus AKAP. Dulu ikut gabung di PO Ranau Indah,” ceritanya kepada BeritaTrans.com di Terminal Bekasi Kota, Senin (8/3/2021).

Bus Bekasi Raya di Terminal Kota Bekasi, Senin (8/3/2021). Foto: BeritaTrans.com.

Kegemaran dan kecintaannya pada bus AKAP dengan profesinya sebagai kernet. Akhirnya pemuda ini memutuskan untuk mencoba pengalaman baru yakni menjadi sebagai pengemudi bus AKAP.

“Karena keluarga, kebetulan bapak yang sudah lama jadi sopir bus. Makanya saya jadi senang dengan bus, terutama yang AKAP. Pas kebetulan awal Bekasi Raya beroperasi, yang masih satu keluarga dengan PO Ranau Indah butuh sopir banyak. Akhirnya saya coba menjadi sopir di bus Bekasi Raya, tujuan Ranau - Bekasi. Ya sampai sekarang,” tuturnya.

Selain itu, di tengah gempuran sepinya penumpang setiap hari. Dirinya kerap hanya makan satu hari sekali selama perpal di Terminal Bekasi Kota.

“Kita perpal bisa lama di Terminal Bekasi. Kadang bisa sampai 3 hari malah bisa sampai seminggu atau dua minggu. Karena kita jalannya gantian sama bus Bekasi Raya yang lain yang tujuannya sama, Bekasi-Ranau. Kalau buat makan sehari-hari selama perpal disini yah kita hemat-hemat, kalau perpalnya lebih dari 3 hari kadang saya sama kawan makan cuma satu kali sehari,” tambahnya.

Dengan keadaan seperti sekarang yang sepi penumpang dan selalu berhemat untuk kebutuhannya sehari-hari selama perpal di Terminal Bekasi. Pemuda ini tak pernah lupa untuk selalu mengirimkan sejumlah uang hasil pendapatannya untuk keluarga yang berada di kampung halamannya di Palembang, Sumatera Selatan.

“Saya selalu sisihkan penghasilan dari bawa bus ini ke orang tua. Biarpun sedikit, terus makan cuma satu kali sehari. Yang penting saya bisa kirim uang bantu-bantu orang tua,” tutupnya sembari tengah memarkirkan bus tunggangannya.

Tarif bus Bekasi Raya

Tarif tiket bus Bekasi Raya ini dengan trayek Ranau - Bekasi, berkisar Rp200 ribu hingga Rp210 ribu, dilengkapi fasilitas toilet, selimut dan kursi 2-2 yang nyaman dikelasnya. Untuk pemesanan tiket bisa dilakukan di agen bus Bekasi Raya yang berada di Terminal Kota Bekasi.