press enter to search

Minggu, 11/04/2021 11:02 WIB

Pengemudi Bus Laju Prima Rute Bandung-Jambi: Mudik Jangan Dilarang, Tahun Lalu Penghasilan Nol

Dahlia | Rabu, 31/03/2021 20:00 WIB
Pengemudi Bus Laju Prima Rute Bandung-Jambi: Mudik Jangan Dilarang, Tahun Lalu Penghasilan Nol Pengemudi bus PO Laju Prima jurusan Bandung-Jambi saat menaikkan penumpang di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur.

JAKARTA (aksi.id) - Perjalanan darat di Sumatera kini terbantu dan semakin cepat dengan adanya jalan tol di lintas Sumatera tersebut. 

Hal itu diungkapkan oleh pengemudi bus PO Laju Prima jurusan Bandung-Jambi. 

Mengendarai bus dari Bandung pukul 11.00 akan tiba hari berikutnya pada pukul 9.00 di Jambi. 

"Sekarang 28 jam perjalanan, dulu bisa sampai 30-an jam lebih," kata Ardi saat tengah menanti keberangkatan bus di Terminal Pulo Gebang, Rabu (31/3/2021). 

Bus yang dikendarai pria 41 tahun ini akan menaikkan penumpang di sebagian terminal di Jabodetabek termasuk Pulo Gebang, Jakarta Timur. 

Meski jalan semakin mulus dia mengungkapkan penghasilan akan terasa besar jika mudik tidak dilarang. 

"Kalau yang namanya driver AKAP itu berharap di angkutan lebaran. Tahun ini harapanya tidak dilarang, sebab tahun kemaren nol sama sekali," katanya. 

Dia juga mengungkapkan bahwa hasil dari narik selama sehari-hari selain hari libur panjang atau mudik, hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari. 

Bapak dua anak ini hanya berharap penghasilan lebih hanya pas lebaran atau musim mudik saja. 

"Kalau sehari-hari mencukupi sebulan ajalah. Kalau hari lebaran setidak tidaknyakan ya dari segi pakaian anak-anak masih bisa terbantu," katanya. 

Dia mengungkapkan bus yang dia kendarai dalam sebulan hanya mampu narik selama empat kali hilir mudik dari Jawa hingga ke Sumatera. 

Warga Taheo, Jambi ini berharap tidak ada larangan bagi pemudik. 

"Kalau bisa jangan ada larangannya. Dari pihak perwakilan agen, perusahaan dan juga drivernya berharap boleh mudik," pintanya. 

Diungkapkannya juga gaji yang diterima sebagai kru bus yang terdiri dari dua sopir dan satu kenek ialah dari hasil premi. 

Bus dengan kapasitas 36 penumpang tersebut harga tiketnya ialah untuk Jambi-Bandung Rp 400 ribu. Jakarta-Jambi Rp380 ribu. Jakarta-Palembang Rp350 ribu. (fahmi)