press enter to search

Sabtu, 15/05/2021 06:11 WIB

Rancangan Istana Baru di Kaltim Berbentuk Garuda, Susi Pudjiastuti: Serem

Redaksi | Senin, 05/04/2021 12:34 WIB
Rancangan Istana Baru di Kaltim Berbentuk Garuda, Susi Pudjiastuti: Serem Rancangan Istana Baru di Kaltim.

JAKARTA (Aksi.id) - Langkah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur perlahan mulai terealisasi secara bertahap.

Dalam beberapa pekan terakhir, terungkap sebuah desain baru Istana Kepresidenan di Ibu Kota Negara baru.

Para arsitek dan pemerhati bangunan kemudian menanggapi secara kritis desain bangunan Ibu Kota Negara yang berbentuk Garuda itu. Namun, ternyata bukan hanya arsitektur saja yang merespons desain tersebut.

Pada akhir pekan lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mempublikasikan gambar desain Ibu Kota Negara di akun Instagram resminya. Kang Emil, sapaan akrabnya kemudian menulis sebuah pesan dalam gambar tersebut.

"Ini pradesain Istana Negara Indonesia di Ibu Kota Negara baru di Kalimantan yang ramai dibicarakan. Presiden @jokowi meminta masukan.," tulis Ridwan Kamil, dikutip Senin (5/3/2021).

"Apa pendapatmu?"

Unggahan tersebut kini telah disukai hingga 280 ribu orang, dan mendapatkan komentar hingga lebih dari 14 ribu. `Followers` Ridwan Kamil pun berusara dengan beragam komentar.

Menariknya, unggahan Ridwan Kamil mendapatkan komentar dari eks Menteri Kelautan periode 2014 - 2019 Susi Pudjiastuti. Susi yang pernah menjadi bawahan Jokowi ikut mengomentari desain baru Istana Kepresidenan.

"Serem," tulis Susi singkat.

Sebelumnya, para arsitek dan pemerhati bangunan kemudian memprotes desain bangunan IKN tersebut. Salah satu tuntutan mereka ialah adanya dialog atau forum diskusi mengenai perencanaan IKN secara terbuka dan transparan.

Protes itu dilayangkan beberapa asosiasi arsitek dalam keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia.

Mereka di antaranya dari Asosiasi Profesi Ikan Arsitek Indonesia, Ikatan Arsitek Indonesia, Green Council Indonesia (GBCI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), dan Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP).

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia, I Ketut Rana Wiarcha, menjelaskan perlunya melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, agar menciptakan rasa kepemilikan masyarakat terhadap keberadaan IKN baru.

Ketut menjelaskan atas publikasi dalam Instagram Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, mengundang ragam reaksi dari para anggota lintas asosiasi profesi. Ada kegelisahan yang perlu disampaikan terkait rancangan Istana Negara.

Beberapa kegelisahan yang disampaikan mulai dari bentuk istana yang berupa burung garuda hingga secara teknis tidak mencirikan pembangunan rendah karbon nan cerdas.

"Bangunan istana negara berbentuk burung Garuda atau menyerupai Garuda merupakan simbol di dalam bidang arsitektur tidaklah mencirikan kemajuan peradaban bangsa Indonesia di era digital," jelasnya dalam keterangan resmi,

Secara arti yang direpresentasikan melalui gedung patung burung tersebut tidak mencerminkan upaya pemerintah dalam mengutamakan forest city atau kota yang berwawasan lingkungan.

Sebab itu, pihaknya dalam lintas asosiasi ini merekomendasikan bentuk Garuda disesuaikan untuk menjadi monumen atau tugu yang menjadi landmark.

Ketut menjelaskan terkait kepentingan awal pembangunan IKN, memulai pembangunan tidak harus melalui bangunan gedung. Bisa dimulai melalui tugu nol yang data ditandai dengan membangun kembali lanskap hutan hujan tropis seperti penanaman pohon endemik Kalimantan.

Selain itu dia mengusulkan untuk desain bangunan istana agar disayembarakan dengan prinsip dan ketentuan desain yang disepakati. Dalam hal perancangan kawasan maupun tata ruang termasuk target menjadi model bangunan sehat beremisi nol. (ds/sumber CNBC News Indonesia)

Artikel Terkait :

-