press enter to search

Selasa, 18/05/2021 06:30 WIB

Soal Kompensasi Semburan Gas, Bupati Minta Dibicarakan Baik-baik

Taryani | Selasa, 27/04/2021 20:15 WIB
Soal Kompensasi Semburan Gas,  Bupati Minta Dibicarakan Baik-baik  Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina saat berdialog dengan tokoh masyarakat terkait munculnya semburan gas terbakar. (Ist.)

INDRAMAYU (Aksi.id) – Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, Selasa (27/4/2021)  meninjau titik semburan gas terbakar bercampur lumpur di kawasan sumur bor tua zaman Belanda di Blok Cilumbu, Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Indramayu, Jawa Barat.

Bupati mengatakan, upaya yang dilakukan Pemkab Indramayu saat ini adalah memastikan keamanan warga sekitar akibat dampak semburan gas tersebut. 

“Kita terus melakukan koordinasi. Agar persoalan di wilayah tersebut segera ditangani dengan baik," ujarnya.

Bupati melanjutkan, ini kan tanah sawah produktif. Namun yang terpenting adalah memastikan keamanan warga sekitar. Soal kompensasi bisa dibicarakan baik-baik. Duduk bersama,  tidak harus demo. 

Ia mengimbau, agar masyarakat sekitar tidak terprovokasi terhadap masalah yang menimpa wilayah tersebut. Terutama menyangkut tuntutan ganti rugi yang diminta masyarakat. 

"Apakah ada penggantian atau kompensasi kita juga pikirkan. Kita akan lakukan kajian. Apa dampaknya. Apakah pipa-pipa itu melewati jalur masyarakat di tanah milik warga. Jangan apa-apa demo. Kita bisa diskusikan bersama," pungkasnya. 

Semburan gas terbakar bercampur lumpur itu  muncul kembali di area bekas sumur minyak tua milik Pertamina. Lokasinya hanya berjarak sekitar  500 meter dari permukiman warga. Kuatnya tekanan gas menimbulkan suara gemuruh yang cukup kencang. Terdengar hingga jarak 5 kilometer. 

Semburan gas itu diikuti nyala api setinggi sekitar lima meter. Kobaran api setinggi itu lebih dari peristiwa sebelumnya yang terjadi pada akhir Oktober hingga awal November 2020 lalu.

Hingga saat ini, jajaran Polsek Tukdana telah memasang garis polisi di lokasi semburan gas tersebut. Hal itu dilakukan untuk mencegah resiko terburuk bagi warga sekitar. 

Kunjungan bupati ke lokasi semburan gas didampingi Asda II Maman Kostaman, Kepala Pelaksanaan BPBD Indramayu Oce Iskandar, Pertamina, Forkopimcam Tukdana dan sejumlah perwakilan tokoh masyarakat setempat. 

"Dengan terjadinya semburan gas seperti ini  asalnya kan tetap dari alam juga. Ini dari zaman Belanda. Namun timbul lagi gasnya, sehingga butuh kajian," terangnya 

Ia berjanji terus melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, BPBD Indramayu, Pertamina. Bahkan dengan  Dinas ESDM Propinsi Jawa Barat dan Kementerian ESDM.  (Taryani)

Artikel Terkait :

-