press enter to search

Selasa, 22/06/2021 17:24 WIB

Jangkrik Krispi, Oleh-oleh Unik yang Laris Manis dari Surabaya

Redaksi | Jum'at, 14/05/2021 23:45 WIB
Jangkrik Krispi, Oleh-oleh Unik yang Laris Manis dari Surabaya Jangkrik krispi, oleh-oleh unik produksi warga Surabaya. Foto-foto: Masruroh/Basra
 
Aksi.id - Jangkrik ternyata bisa diolah menjadi makanan lezat. Ini seperti yang dilakukan para ibu yang bergabung dalam Kelompok Tani Elok Mekarsari Semolowaru Surabaya.
 
"Awalnya jangkrik hanya diternak untuk dijual sebagai makanan burung. Tapi sama Pemkot dikasih saran agar diolah jadi makanan, ya kita coba. Produk pertama yang kita bikin dari jangkrik itu rempeyek. Itu sekitar tahun 2013," jelas
 
Ketua Kelompok Tani Elok Mekarsari Ary Widiastuti, kepada Basra, Jumat (14/5).
 
Lebih lanjut perempuan yang kerap disapa Ibu Made itu mengungkapkan, karena tak memiliki pengetahuan yang cukup terkait pengolahan jangkrik menjadi produk makanan, maka kala itu jangkring yang diolah pun utuh tanpa dipisah kaki dan kepalanya.
 
Budidaya jangkrik itu sendiri dilakukan kelompok tani yang terdiri dari 20 orang itu dengan memanfaatkan lahan kosong di balai RW.
 
Jangkrik Krispi, Oleh-oleh Unik yang Laris Manis dari Surabaya (1)
"Jadi jangkrik utuh itu kita bikin rempeyek dan jangkring yang dipilih juga bukan yang muda-muda," kenang Ibu Made seraya tergelak.
 
Saat melihat penampakan jangkrik yang menghitam utuh di atas rempeyek kuning, kata Ibu Made, membuat para ibu di kelompoknya menjadi geli sendiri dan bergidik jika harus memakannya.
 
"Lalu kita diajari Pemkot cara mengolah jangkrik. Kepala dan kakinya harus dibuang, dan jangkring yang dipilih harus yang muda karena kandungan gizinya tinggi," jelas Ibu Made.
 
Rempeyek jangkrik pun laris manis. Bahkan, produk yang biasa menjadi pelengkap nasi pecel itu bisa sampai ke ranah nasional.
 
Sukses dengan rempeyek, ibu-ibu Kelompok Tani Elok Mekarsari tertantang menelurkan inovasi yang lain. Beberapa produk tersebut seperti serundeng jangkrik, jangkrik krispi, hingga dawet jangkrik. Serundeng dipilih karena warnanya nyaris serupa dengan jangkrik itu sendiri. Jadi, bisa agak tersamar.
 
Sementara itu, jangkrik krispi bisa dibilang lebih `berani`. Serangga tersebut hanya dibalut sedikit tepung seperti keripik.
 
"Kalau rempeyek kan tepungnya banyak, nah yang jangkring krispi ini justru tepungnya sedikit," tukas Ibu Made.
 
Meski terbilang sebagai produk yang paling berani, namun jangkrik krispi diakui Ibu Made justru paling laris. Produk ini dikemas dalam wadah cup berukuran 100 gram dan dijual seharga Rp 30 ribu per cup.
 
Hingga kini Kelompok Tani Elok Mekarsari masih bertahan, termasuk di tengah hantaman pandemi.
 
"Kita masih bertahan meski produksi memang mengalami penurunan, tapi tidak masalah yang penting kita bisa bertahan dulu," simpulnya.  (ny/Sumber: Kumparan.com)