press enter to search

Kamis, 24/06/2021 05:08 WIB

Kantornya Dihantam Serangan Udara, Al Jazeera Tuntut Pertanggung Jawaban Israel

Redaksi | Senin, 17/05/2021 07:07 WIB
Kantornya Dihantam Serangan Udara, Al Jazeera Tuntut Pertanggung Jawaban Israel media Al Jazeera, AP selama serangan udara Israel di Gaza, 15 Mei 2021. (Foto: Reuters)

DOHA, Aksi id – Al Jazeera mengutuk serangan Israel terhadap sebuah gedung yang menjadi kantor sejumlah media, termasuk Associated Press (AP) dan Al Jazeera, di Gaza

Kantor berita Qatar itu menyerukan “semua media dan lembaga hak asasi manusia untuk bergabung" dalam mengecam pemboman tersebut dan untuk "meminta pertanggung jawaban pemerintah Israel".

"Al Jazeera mengutuk keras pemboman dan penghancuran kantornya oleh militer Israel di Gaza dan memandang ini sebagai tindakan yang jelas untuk menghentikan jurnalis melakukan tugas suci mereka untuk menginformasikan dunia dan melaporkan kejadian di lapangan," demikian pernyataan dari kantor berita tersebut.

"Al Jazeera berjanji untuk mengejar setiap rute yang tersedia untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah Israel atas tindakannya."

Sementara itu AP dalam pernyataannya pada Sabtu (15/5/2021) menyatakan "terkejut dan ngeri" dengan serangan udara Israel tersebut.

“Ini adalah perkembangan yang sangat mengganggu. Kami nyaris menghindari kehilangan nyawa yang mengerikan,” kata Presiden dan CEO AP Gary Pruitt dalam sebuah pernyataan.

“Dunia akan tahu lebih sedikit tentang apa yang terjadi di Gaza karena apa yang terjadi hari ini,” kata Pruitt.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pada Sabtu Israel melancarkan serangan udara ke sebuah gedung yang merupakan kantor sejumlah media di Gaza.

Militer Israel menyebut gedung itu menampung "aset militer" milik kelompok Hamas. Namun, pemilik gedung mengatakan Jala Tower merupakan kantor berbagai media, bisnis dan juga 60 apartemen presidensial, menyangkal ada militer Hamas di gedung tersebut.

Jawad Mehdi, pemilik Jala Tower, mengatakan perwira intelijen Israel memperingatkannya bahwa ia hanya punya satu jam untuk mengevakuasi gedung itu. Perwira Israel bahkan menolak memberikan tambahan waktu 10 menit, yang dibutuhkan para jurnalis untuk mengangkut peralatan sebelum evakuasi.

Setidaknya 119 orang, termasuk 31 anak-anak, dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel sejak konflik memuncak pada Senin (10/5/2021). Sementara di Israel, delapan orang meninggal sejauh ini. (ny/Sumber: Okezone.com)