press enter to search

Selasa, 22/06/2021 18:15 WIB

Jatam Desak Polisi Usut Kematian Wabup Sangihe Helmud Hontong

Redaksi | Jum'at, 11/06/2021 15:49 WIB
Jatam Desak Polisi Usut Kematian Wabup Sangihe Helmud Hontong

Jakarta (Aksi.id) -- Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Merah Johansyah Ismail meminta kepolisian mengusut tuntas kematian Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong. Merah merasa janggal dengan kematian Helmud yang getol menolak izin tambang emas di wilayahnya.

Helmud meninggal dunia dalam penerbangan Lion Air JT-740 rute Denpasar-Makassar. Ia diketahui tak bernyawa saat pesawat mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Rabu (9/6).

"Bagi kita ini juga misterius sekaligus janggal kematian beliau ini, karena perbincangan dan cerita-cerita semuanya menunjukan dia sehat-sehat aja awalnya, kondisi fisik baik, namun tiba-tiba meninggal," kata Merah kepada CNNIndonesia.com, Jumat (11/6).

"Jadi ini misterius dan juga janggal sehingga kita minta agar otoritas, dalam hal ini pemerintah dan juga penegak hukum, polisi untuk mengungkap penyebab kematian dari pak wabup ini," ujarnya.

Merah mengatakan Helmud merupakan salah satu tokoh yang vokal menolak perpanjangan izin tambang emas di wilayahnya. Helmud pun sampai mengirim surat ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait penolakan tambang tersebut.

"Makanya ini janggal kematiannya ini karena dia juga posisinya cukup vital dan dia berseberangan dengan bupati dan gubernur sendiri. Ini menjadi high profile kematian dia," katanya.

Di sisi lain, Merah menjelaskan bahwa izin tambang di Sangihe berpotensi menabrak sejumlah aturan, antara lain Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Merah juga menyebut izin tambang emas itu juga bertabrakan dengan Peraturan Daerah tentang Renacana Tata Ruang Wilayah. Bahkan, banyak warga setempat yang juga memprotes soal izin tambang tersebut.

"Termasuk juga protes warga dan keluhan warga karena merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses Amdal maupun proses kehadiran tambang ini, karena kan penolakannya sudah lama sebenarnya dan warga merasa tidak pernah dilibatkan," katanya.

Dari informasi yang dihimpun, izin tambang emas di Sangihe dimiliki oleh PT Tambang Mas Sangihe. Perusahaan tersebut memiliki investor asal Kanada.

readyviewed Sebelumnya, Helmud Hontong meninggal dunia dalam penerbangan Lion Air JT-740 rute Denpasar-Makassar, pada Rabu (9/6). Pihak kepolisian menyatakan bahwa Helmud meninggal karena terkena serangan jantung.

"Beliau meninggal karena sakit serangan jantung," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes E Zulfan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (10/6).  (ny/Sumber:CNNIndonesia)