press enter to search

Minggu, 25/08/2019 21:30 WIB

Gubernur Wayan Koster: Gempa Bali Pertanda Baik dan Bawa Berkah

Redaksi | Kamis, 18/07/2019 09:23 WIB
Gubernur Wayan Koster: Gempa Bali Pertanda Baik dan Bawa Berkah Gubernur Bali Wayan Koster. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) - Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 Skala Richter (SR) yang terjadi pada Selasa (17/7) pukul 08:18 Wita sebagai pertanda baik dan akan membawa keberkahan bagi masyarakat Pulau Dewata.

"Itu gempa pertanda baik, jatuhnya di Purnama Kasa (bulan purnama yang pertama menurut penanggalan Bali)," kata Koster saat Sidang Paripurna DPRD Bali, di Denpasar, Kamis (18/7).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu pun meyakini usai mendapatkan musibah ini, Bali akan disusul dengan anugerah.

"Katanya ini akan membawa berkah anugerah, akan sejahtera di Bali ini," ucap Wayan.

Sebelumnya informasi dari BMKG Denpasar menyebutkan gempa tersebut berpusat di 9.11 lintang selatan, 114.54 bujur timur, dengan kedalaman 68 km itu terjadi di 83 km barat daya Nusa Dua, 84 km barat daya Jembrana, 89 km barat daya Denpasar, 90 km barat daya Tabanan, dan 917 km tenggara Jakarta. Gempa ini dilaporkan tak berpotensi tsunami.

Tetapi, BMKG kemudian memperbarui kekuatan gempa menjadi M 5,8. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada kedalaman 104 km.

Gempa disebabkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Bali Made Rentin mengatakan, berdasarkan data BPBD terbaru, total ada 9 warga luka ringan dan 1 orang luka berat (patah tulang). Dampak gempa Bali juga membuat beberapa bangunan di wilayah Jawa Timur rusak.

Selain itu gempa juga mengakibatkan 44 bangunan rusak di Pulau Bali. Kerusakan terparah ada di Kabupaten Badung dengan jumlah 36 bangunan, Kabupaten Gianyar dua bangunan rusak, Buleleng dua bangunan rusak, Tabanan dan Denpasar masing-masing satu bangunan rusak, dan dua bangunan rusak di Kabupaten Jembrana.

Sementara untuk Kabupaten Bangli, Karangasem, dan Klungkung nihil kerusakan bangunan. Estimasi dampak kerugian akibat kerusakan bangunan karena gempa Bali mencapai Rp728 juta. (ds/sumber antara)