press enter to search

Rabu, 13/11/2019 19:38 WIB

Gas Air Mata Pecah di Semanggi, Evakuasi Korban di Kampus Atma Jaya Terganggu

Redaksi | Senin, 30/09/2019 23:02 WIB
Gas Air Mata Pecah di Semanggi, Evakuasi Korban di Kampus Atma Jaya Terganggu Gas Air Mata di Semanggi. (ist)

JAKARTA (Aksi.id) -  Aparat kepolisian menembakkan gas air mata di depan kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta, Senin (30/9) malam. Penanganan medis bagi peserta aksi yang dilakukan di kampus tersebut pun terganggu.

Kampus tersebut dijadikan titik evakuasi bagi korban dan tim medis selama aksi pada hari ini. Hingga malam ini, aparat masih menembakkan gas air mata di kampus tersebut.

"Ini masih (penembakan gas air mata) di depan jalan. Tercium ke tengah," kata Asep, salah satu pegiat YLBHI yang berada di kampus Atma Jaya.

"Terganggu (asap gas air mata). Pasti," tambahnya.

Dia mengatakan pihaknya tidak berani mendekat ke Jalan Jenderal Sudirman karena gas air mata masih mengganggu wilayah kampus. Sementara, menurutnya, aparat masih berjaga di depan kampus.

"Sekarang masih ada beberapa korban di dalam yang sedang kami treatment (obati). Di depan Atma Jaya tercium banget gas air mata. Polisi ada di sana. Memang enggak masuk ke Atma. Mereka targetkan massa yang ada di Jalur Sudirman," katanya.

WALHI Nasional
@walhinasional
Aparat tolong menjauh jangan maksa masuk dan tembaki gas ke arah Atmajaya!

Lokasi ini adalah titik evakuasi korban dan Tim Medis

Hingga malam ini, Aparat masih melakukan tindakan represif dan sweeping@DivHumas_Polri #RakyatBergerak #ReformasiDikorupsi #Pulihkanindonesia

View image on Twitter
77
9:57 PM - Sep 30, 2019
Twitter Ads info and privacy
125 people are talking about this


Hingga saat ini kepolisian masih berusaha membubarkan massa. Massa aksi mundur ke arah Bendungan Hilir.

Sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (30/9). Ada mahasiswa, pelajar, hingga organ buruh dan aktivis.

Mereka menyuarakan penolakan RKUHP dan RUU lainnya yang dianggap bermasalah. Mereka juga meminta Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu agar UU KPK yang baru batal digunakan.

Sejauh ini, terjadi kericuhan di beberapa titik. Aparat juga sudah berulang kali menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Pantauan,  telah ada tujuh orang yang diamankan ke Mapolda Metro Jaya. (ds/sumber CNN)