press enter to search

Senin, 16/12/2019 08:55 WIB

BPTJ: Awal Tahun 2020, Sistem Ticketing MRT dan KCI akan Terhubung

Dahlia | Senin, 02/12/2019 14:44 WIB
BPTJ: Awal Tahun 2020, Sistem Ticketing MRT dan KCI akan Terhubung Kepala BPTJ Bambang Prihartono

JAKARTA (aksi.id) – Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) menggelar jumpa pers terkait tugas dan fungsi BPTJ dalam pengelolaan transportasi di Jabodetabek sepanjang Tahun 2019, yang diselenggarakan di Hotel Redtop, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Dalam acara ini hadir Bambang Prihartono (Kepala BPTJ), Aca Mulyana (Direktur Angkutan), Hindro Surahmat (Sekretaris BPTJ), Karlo Manik (Direktur Lalu lintas), Edi Nursalam (Direktur Prasarana) dan Djoko Setijowarno (Pengamat Transportasi).

Dalam acara jumpa pers ini, BPTJ mengungkapkan mempunyai beberapa perencanaan transportasi massal yang terus dikembangkan melihat dari pergerakkan orang di Jabodetabek ini meningkat signifikan dari tahun 2015 hingga 2018.

“Peningkatan pergerakkan orang di Jabotabek ini luar biasa meningkat, karena 2 tahun lalu pergerakan orang sekitar 47,5 juta per hari pada tahun 2015, dan pada tahun 2018 sudah mencapai 84 juta,” ujar Kepala BPTJ, Bambang Prihartono.

Pencapaian indikator kinerja utama BPTJ yakni modal share angkutan umum 32%, kecepatan rata-rata angkutan umum 22,86%, coverage area angkutan umum 67%. Peningkatan modal share angkutan umum ini di Tahun 2020 nantinya mencapai 35,6%.

Nantinya BPTJ juga akan menyiapkan sistem integrasi ticketing di tahun 2020, sistem ticketing ini nantinya akan terhubung antara Mass Rapid Transit (MRT) dan kereta Commuter Line.

“Kami bicara integrasi tidak hanya integrasi fisik tapi juga integrasi tiketing. Alhamdulillah 14 November kemarin Bank Indonesia (BI) sudah menyetujui bahwa sistem stiekting kami sudah terintregasi, antara MRT dan KCI. Tentu juga nanti akan integrasi dengan moda lain,” ujar Bambang.

Bambang juga mengatakan persiapan teknis antara MRT dan Commuter Line sudah berjalan. Integrasi kedua kartu itu sudah bisa digunakan di awal tahun 2020.

“Selama ini kan kartu MRT sendiri, kereta commuter line sendiri kartunya sekarang sudah bisa. Surat dari BI sudah, tinggal sekarang teknis di lapangan,” katanya.

“Dari KCI sendiri sudah siap, tinggal MRT yang belum siap karena harus ada alat yang dipasang. Insya Allah nanti kuartal pertama tahun 2020 bisa digunakan,” lanjut Bambang.

Nantinya, masyarakat tidak perlu membeli kartu baru agar bisa terhubung. Bambang mengatakan kartu yang sudah dimiliki baik MRT ataupun commuter line bisa terhubung secara otomatis.

“Tiketnya kartu biasa. Nggak usah beli kartu lagi kartu yang ada bisa digunakan. Sekarang otomatis semua kartu yang dipunya masyarakat bisa digunakan,” tutupnya. (bondan).