press enter to search

Minggu, 01/11/2020 05:49 WIB

Jenderal Gatot Gulirkan Isu Kebangkitan PKI, Moeldoko: Jangan Menakuti Orang!

Redaksi | Kamis, 01/10/2020 21:38 WIB
Jenderal Gatot Gulirkan Isu Kebangkitan PKI, Moeldoko: Jangan Menakuti Orang! Moeldoko.

JAKARTA (Aksi.id) - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko merespons isu kebangkitan komunisme atau PKI, yang digulirkan Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Moeldoko meminta isu ini tidak dijadikan komoditas untuk kepentingan tertentu yang dampaknya menakutkan orang lain.

"Saya sebagai pemimpin yang dilahirkan dari akar rumput bisa memahami peristiwa demi peristiwa. Mengevaluasi peristiwa demi peristiwa. Tidak mungkin datang secara tiba tiba. Karena spektrum itu terbentuk dan terbangun tidak muncul begitu saja," ucap Moeldoko melalui keterangan tertulis resmi dari Staf Komunikasi Politik KSP, Kamis (1/10/2020).

Menurut Moeldoko, isu komunisme atau kebangkitan PKI di Indonesia harus direspons dengan kewaspadaan yang menentramkan, bukan justru kewaspadaan yang terkesan menakutkan.

"Jadi jangan berlebihan sehingga menakutkan orang lain. Sebenarnya bisa saja sebuah peristiwa besar itu menjadi komoditas untuk kepentingan tertentu. Ada dua pendekatan dalam membangun kewaspadaan. Kewaspadaan yang dibangun untuk menenteramkan dan kewaspadaan yang menakutkan," jelasnya.

"Bedanya di situ. Tinggal kita melihat kepentingannya. Kalau kewaspadaan itu dibangun untuk menenteramkan maka tidak akan menimbulkan kecemasan. Tapi kalau kewaspadaan itu dibangun untuk menakutkan, pasti ada maksud-maksud tertentu," tambahnya.

Seorang pemimpin semestinya bisa memilih pilihan yang baik. Moeldoko sendiri memilih kewaspadaan untuk menentramkan terkait isu kebangkian PKI. Ketentraman amat diperlukan karena Indonesia saat ini sedang menghadapi pandemi corona.

"Yang terjadi saat ini, menghadapi situasi saat ini apalagi di masa pandemi, membangun kewaspadaan yang menenteramkan adalah sesuatu pilihan yang bijak," pungkas Moeldoko. (ds/sumber Okezone)

Keyword Gatot Moeldoko